New Website www.trend-traders.com

Website baru dengan
bisa dibuka di:
http://trend-traders.com/

The Trend Trader

The Trend Trader

Rabu, 08 Oktober 2008

IHSG Next Level (Updated 10.15, 8 Oktober 2008)



Pada gambar di atas dengan menggunakan metode Stop and Reverse level
ditemukan bahwa IHSG berada pada kondisi strong bearish. Area di bawah level 1600 disebut area strong bearish ditandai dengan garis-garis horisontal berwarna merah yang ditarik dari peak level dari tahun 2005

Sedang area rebound di bawah level 1350 ditandai dengan garis-garis horisontal berwarna hijau yang ditarik dari tahun 2005. Area ini merupakan area bullish probabilitas bullsih jika harga menyentuh area ini sebesar 67%.

Semoga bisa membantu

Selasa, 07 Oktober 2008

BEI Watchlist with Inside Bar (waiting for Hikkake)

Berikut saham2 yang patut diamati dengen menggunakan Hikkake Pattern
Step 1 dari hikkake yaitu "Inside bar" sudah terbentuk pada perdagangan hari ini
Untuk "inside bar" Lihat bar terakhir pada perdagangan hari ini.
Karena market berada kondisi bearish kondisi yang terbentuk adalah Lower high dan Higher low dibanding hari sebelumnya

Menunggu step berikutnya dengan terbentuknya false breakout.

BBCA, AISA, BBNI, BKSL, BLTA, BMRI, CMNP, CPIN, FREN, RMBA, TKIM















Hikkake Pattern Indicator

Coding at: Metatrader with C++ Language

Inside Bar Indicator
Screen Capture:


Coding dalam mql4 (C++) language dapat di download di
InsideBar.mq4
Code:
#property indicator_chart_window
#property indicator_buffers 2
#property indicator_color1 Blue
#property indicator_color2 Red
//---- input parameters
extern int NumPrevBars=4;
//---- buffers
double ExtMapBuffer1[];
double ExtMapBuffer2[];
//+------------------------------------------------------------------+
//| Custom indicator initialization function |
//+------------------------------------------------------------------+
int init()
{
//---- indicators
SetIndexStyle(0,DRAW_HISTOGRAM,EMPTY, 4);
SetIndexBuffer(0,ExtMapBuffer1);
SetIndexStyle(1,DRAW_HISTOGRAM,EMPTY, 4);
SetIndexBuffer(1,ExtMapBuffer2);
//----
return(0);
}
//+------------------------------------------------------------------+
//| Custom indicator deinitialization function |
//+------------------------------------------------------------------+
int deinit()
{
//----

//----
return(0);
}
//+------------------------------------------------------------------+
//| Custom indicator iteration function |
//+------------------------------------------------------------------+
int start()
{
int limit;
int counted_bars=IndicatorCounted();
if(counted_bars<0) return(-1);
if(counted_bars>0) counted_bars--;
limit=Bars-counted_bars;

for (int i=0; i {
ExtMapBuffer1[i] = 0; ExtMapBuffer2[i] = 0;
if ( (Low[i] > Low[i+1]) && (High[i] < High[i+1]))
{
ExtMapBuffer1[i] = Close[i];
ExtMapBuffer2[i] = Open[i];
}
double r0 = MathAbs(Open[i] - Close[i]);
double r1 = MathAbs(Open[i+1] - Close[i+1]);
double r2 = MathAbs(Open[i+2] - Close[i+2]);
double r3 = MathAbs(Open[i+3] - Close[i+3]);
double r4 = MathAbs(Open[i+4] - Close[i+4]);

if (r0 < r1 && r0 < r2 && r0 < r3 && r0 < r4)
{
ExtMapBuffer1[i] = Close[i];
ExtMapBuffer2[i] = Open[i];
}
}
if (ExtMapBuffer1[1] != 0 && NewBar())
{
Comment(TimeToStr(Time[0])," Inside bar"); Print(Symbol(), " Inside bar");
PlaySound("expert.wav");
}
//----
return(0);
}
//+------------------------------------------------------------------+

bool NewBar()
{
static datetime dt = 0;
if (dt != Time[0])
{
dt = Time[0];
return(true);
}
return(false);
}

HIKKAKE PATTERN Indicator
Screen capture


Coding dalam mql4 (C++) language dapat di download di
hikkake2.mq4

Code:
#property indicator_chart_window
#property indicator_buffers 2
#property indicator_color1 Red
#property indicator_width1 2
#property indicator_color2 RoyalBlue
#property indicator_width2 2
extern int Bars_Count= 1000;

double UpBuffer[];
double DnBuffer[];
int bA = 0, sA = 0;

int init() {
IndicatorBuffers(2);
SetIndexStyle(0,DRAW_ARROW);
SetIndexBuffer(0,UpBuffer);
SetIndexStyle(1,DRAW_ARROW);
SetIndexBuffer(1,DnBuffer);
SetIndexArrow(0,159);
SetIndexArrow(1,159);
return(0);
}
int start() {
int i = Bars_Count;
int m;
m = Time[0] + Period()*60 - CurTime();
m = (m - m % 60) / 60;
while(i>=0) {
if(Low[i+2] > Low[i+3] && High[i+2] <> Low[i+2] && High[i+1] > High[i+2] && Close[i] < Open[i]) {
UpBuffer[i] = High[i] * 1.001;
} else if(Low[i+2] > Low[i+3] && High[i+2] <> Open[i]) {
DnBuffer[i] = Low[i] * 0.999;
}
i--;
}

return(0);
}
ada yang bisa bantu coding untuk metastock atau amibroker?

Kind Regards,

Aditya

Trading with the hikkake pattern (a simple trading approach)

Hikkake berasal dari bahasa Jepang yang artinya tipuan, jebakan, atau jeratan. Hikkake Pattern berangkat dari konsep Higher High dan Lower Low (Dow Theory) dan dapat digunakan sebagai reversal pattern maupun continuation pattern. Hikkake pattern dapat digunakan juga untuk mengindikasikan adanya false breakout atau valild breakout. Jika terjadi false breakout makan akan terbentuk reversal pattern, dan jika terjadi valid breakout maka akan terbentuk continuation pattern

The Basic Idea
Hikkake menggunakan 2 bar/candle sebagai pattern dasar.
- Bar pertama biasa disebut "Inside Bar" yang merupakan simple bar dengan Lower high dan Higher low dari bar sebelumnya

Bar terakhir dalam gambar diatas disebut "Inside Bar" dengan Lower High dan Higher Low

- Bar Kedua dalam hikkake pattern memiliki aturan sebagai berikut:
a. untuk Bearish Hikkake Pattern : harus terbentuk pola higher high dan dan higher low dari bar sebelumnya (Inside bar)
b. untuk Bullish Hikkake Pattern: harus terbentuk pola Lower Low dan Lower High dari bar sebelumnya (Inside bar)




Konfirmasi untuk entry poin untuk adalah ketika harga menembus inside bar

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya




contoh yang lain





Contoh False signal pada hikkake


contoh hikkake pattern yang lain






Thks to:
DAN CHESLER,
about this material

Senin, 06 Oktober 2008

budaya-indonesia.org

Situs www.budaya-indonesia.org diperuntukkan bagi dan menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia sebagai media untuk menggali, mengapresiasi, dan menjaga ketahanan kebudayaan tradisional Indonesia secara tidak tradisional (preserving traditional culture untraditionally). Diawali dengan berdirinya Perkumpulan Inisiatif Budaya Kepulauan Indonesia atau dalam bahasa Inggris disebut " Indonesian Archipelago Culture Initiatives" disingkat IACI, dan disusul oleh deklarasi yang akhirnya membentuk Forum Kebudayaan Indonesia.

Melalui kegiatan IACI diharapkan beberapa hal dapat dicapai, antara lain:

  • meningkatkan partisipasi dan apresiasi masyarakat umum, khususnya kaum muda Indonesia terhadap kekayaan kebudayaan nasional yang bersumber pada tradisi kultural daerah.
  • memikirkan perlindungan hukum internasional atas kekayaan kebudayaan nusantara raya.
  • mendorong visi kemasyarakatan dalam wadah persatuan dan kesatuan bangsa yang utuh dalam kesadaran akan diversitas budaya yang tinggi di Indonesia.
  • mengupayakan kebangkitan bangsa akan kebajikan dan kebijaksanaan yang bersumber pada budaya dan tradisi bangsa Indonesia dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang berlandaskan pada kreativitas dan inovasi.

Semangat dan keprihatinan akan budaya bangsa ini juga menjadi latar belakang pendirian Forum Kebudayaan Indonesia, yakni kelembagaan bersama yang diharapkan mampu menjadi forum revitalisasi budaya bangsa dengan visi 2008-2028. Dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat, maka diharapkan dapat dijalankan beberapa misi umum:

  • Memelihara warisan budaya bangsa (national heritage)
  • Menanamkan nilai-nilai budaya lokal/ nasional yang positif dan konstruktif
  • Menyaring budaya asing yang masuk melalui aktualisasi budaya
  • Memfasilitasi kegiatan budaya yang belum dengan membiayai kegiatannya sendiri (self-finance)
  • Menggalang semua potensi budaya yang ada melalui “Manajemen Budaya” Tata Kelola Kebudayaan yang Baik dan Benar (Good Cultural Management/ Good Cultural Governance)

Sementara situs ini sendiri diharapkan mampu untuk:

  • mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat-perangkatnya untuk melakukan pendaftaran dan basis data bersama seluruh artifak kebudayaan nasional dengan pelibatan semua pihak se-nusantara.
  • membiasakan generasi muda menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi untuk keperluan yang terkait dengan pelestarian dan apresiasi kebudayaan nasional Indonesia.
  • mendorong daya kreasi pengembangan sains dan teknologi yang ber-inspirasi dari kekayaan yang bersumber pada berbagai aspek kebudayaan tradisional Indonesia yang sangat bhinneka bagi kemajuan peradaban dunia.