New Website www.trend-traders.com

Website baru dengan
bisa dibuka di:
http://trend-traders.com/

The Trend Trader

The Trend Trader

Jumat, 31 Oktober 2008

True Love

From email:

Kisah cinta mengharukan sepasang burung Barn Swallow (hirundo rustica)


Here his mate is injured and the condition is appalling ( Burung betina ini terluka dengan kondisi yang parah)



Here he brings her food and attend her with love and compassion (Sang jantan membawakan makanan dan menjaga si betina dengan kasih sayang dan perhatian)

Brings her food but shocked with her death and try to move her (Si jantan masih membawa makanan tapi kaget dengan kematiannya dan berupaya menggerakkan tubuh tak bernyawa itu)

He is aware that his sweetheart is dead and will not come to him again he cries with adoring love (Si jantan sadar kalau si betina sudah mati dan tidak akan bersamanya lagi, si jantanpun menangis dengan penuh duka)

Stand beside her and scream saddened of her death (Si jantan tetap mendampingisang betina dengan jeritannya yang pilu karena kematian pasangannya. )

Finally aware that she would not return to him and she has departed, stands beside her body, sad and sorrow (Walaupun akhirnya si Jantan sadar bahwa si betina tak mungkin hidup lagi dan telah meninggalkannya, si jantan tetap mendampingi itu dengan segala kesedihan)


Photos of two birds are said to have been taken in the Republic of Ukraine Where the bird is trying to save his mate. Millions of people cry after watching this picture in America and Europe(Foto ini diambil di Republik Ukraina, dimana sang jantan mencoba untuk menyelamatkan si betina. Jutaan orang di Amerika dan Eropa sangat tergugah setelah melihat gambar2 ini.)

It is said that the photographer sold these picture for a nominal price to the most famous news paper in France . And all the copies of that news paper were sold out on the day of publishing these pictures
. (Dikatakan bahwa si fotografernya menjual gambar2 ini dengan harga yang sangat murah kepada salah satu koran terkenal di Perancis. Koran2 tersebut terjual habis karena gambar2 ini.)

Money management model

Mencoba membuat simulasi sederhana tentang money management

Dengan Prosentase kemenangan sebesar 50% artinya dari 100 kali trading ada 50 kali menang dan 50 kali kalah

Keuntungan yang maksimal adalah 10%
Kerugian dibatasi sebesar 3%

Dari modal 100jt dengan ketentuan diatas setelah trading 100 kali didapatkan hasil 141.948.606

Simulasi sederhana tersebut menunjukkan betapa pentingnya money management dalam trading




Metode lain yang sedang diamatin adalah seperti di bawah ini:


Software kedua ditemukan lewat google dengan author Pak Budi Wiyono.

GBP/USD Double Top (Starting for new bearish)



GBP/USD membentuk pola double top

Terkonfirmasi dengan pola Bearish divergence

Next Target untuk GBP USD hmmmmmmmm yang pasti byk bgt nih... > 2000 pips dari sekarang

apakah akan terjadi?? We'll see later yang penting ..always place the stop loss

IHSG 31 Okt 2008



Sentimen market yang positif masih mewarnai perdagangan IHSG
yang ditandai oleh :
1. Bullish divergence
2. Peningkatan Volume IHSG ( Konfirmasi untuk buy di masing2 saham baru teronfirmasi hari ini)
3. diharapkan IHSG dapat terus mepertahankan kondisi seperti ini sehingga peluang IHSG untuk dapat menembus Strong resistence di 1600 semakin besar

Kamis, 30 Oktober 2008

How to Trade Double Top with Bearish Divergence

Market: FOREX GBP/USD
Tf : 15 Menit

Pola Double Top Confirmed with bearish divergence






Selasa, 28 Oktober 2008

News from Elite Section FOREX TSD

From this site:

http://www.forex-tsd.com/subscribe.php

Last updated by Moderator

http://www.forex-tsd.com/127434-post171.html


Forex-tsd is operating under the quiet terms of a contributionware site.

It continues to be our goal to raise the quality of material available on Forex-tsd and to remain an independent site that serves the community.

It has been by the generosity of our members we have not only been able to do that.

If you want to contribute supporting growing expenses of the forum, you can do with our Elite Subscription.

Subscription is very cheap and will help us continue expanding the scope of this forum.

- Users who subscribe will get access to the private supporters forum where performance of 25 expert advisors will be reported every week.

- Trading Systems Leaders evaluated in Elite Section are winning more than 3000 pips (30000$ USD trading 1 lot) almost every month since February 2006.

- You get essential information for traders using real money.

- You get high priority to ask changes in expert advisors or to get new expert advisors created.

- All experts advisors evaluated are avaliable for download in free section of this forum (including source code)..

"I would have loved to have this information and great support when I began to trade. Very usefull stuff!"


U could download some EA from elite section from this link

Link 1: The Best EAs Avaliable from TSD Elite Section

Link 2: The Best EAs Avaliable from TSD Elite Section


Special thanks for Amathevs 21 Forex Blogsites


8 Rules of Moving Average

Salah satu materi yang dishareng pada gathering tanggal 24 oktober lalu

Kombinasi Single Moving Average dengan simple Money Management





Use stop losses to survive (Part 3 of Managing The Risk)

If You guessed that entry decisions have little to do with your ultimate success in the sharemarket, then you'd be on the right track. It's your exit strategies and your management skills that will ultimately determine your trading success. When your various entry signals are in agreement, you will have the confidence to pull the trigger and trade.

Senin, 27 Oktober 2008

Finetune our entry and exit signals (Part 2 of Managing The Risk)

Support dan Resistance level tercipta secara psikologis, karena secara psikologis orang akan cenderung mengamati seberapa sering arga akan berbalik arah (reversal) di area-area harga tertentu.

Persepsi-persepsi tersebut yang akan mengendalikan market. Ketika kita membeli barang di harga Rp.100.000,- akan terlihat lebih mahal jika kita membeli barang tersebut dengan harga Rp. 99.000,-. Perbedaan yang sangat kecil tersebut ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar di alam bawah sadar kita. Suatu hal yang sangat menarik jika teknik pemasaran yang sangat sederhana itu kita aplikasikan juga dalam metode trading.

Sebagai contoh ketika kita ingin menjual saham di harga 100 cobalah tempatkan order sell anda di harga 99, pasti lebih sedikit "sellers" yang menjual sahamnya di harga 99 dibanding di harga 100. Dan orang-orang yang ingin membeli akan melihat bahwa harga seolah-olah lebih murah. Kita hanya kehilangan 1 rupiah saja dari metode seperti ini tapi kita memiliki peluang lebih besar untuk menjual saham kita.

When to use Technical Analysis
• Use technical analysis to help determine when to:
– Enter and exit trade
– Decide when to take profits and cut losses
– Place stops (and targets)
– Ride a trend
– Minimize risk

• TA helps us make better decisions

Entry signals
Deskripsikan metode entry anda secara jelas dan sebanyak-banyaknya. Dengan mendeskripsikan metode entry kita dengan jelas berarti kita telah memahami setiap alasan kita untuk masuk ke market, dan yang lebih jauh lagi kita juga memahami seberapa besar risk dari metode itu. Kita mungkin bisa mengatakan bahwa market sedang bearish dan bulish tapi yang lebih penting lagi kita harus bisa tahu juga dimana kita harus entry, kapan kita harus entry dan seberapa banyak kita akan entry ke market.

Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan metode entry
a. Moving Average Crossing
b. Candle stick
c. RSI overbought/oversold
d. Breakout darvas
e. Double top/double bottom
f. Support resistance
g. Dow Theory
h. etc....

Deskripsikan metode-metode yang anda ketahui secara jelas dan lengkap, meliputi
- Kapan akan entry?
- Di harga berapa akan entry?
- Seberapa banyak akan entry?

Pakai metode entry yang menimbulkan rasa nyaman untuk kita, karena ketika kita merasa nyaman dengan metode entry tersebut kita akan bisa memahami dan mengembangkan lebih lanjut metode tersebut.

Exit signals
Sama seperti halnya dengen mendeskripsikan entry signals, deskripsikan juga metode entry yang membuat kita merasa nyaman.

Kunci utama untuk bisa mendeskripsikan entry dan exit signal dengan baik adalah dengan mendeskripsikan trend dengan benar. Baik itu uptrend, downtrend maupun sideways trend. Deskripsi tentang trend bisa dilakukan dengan berbagai cara contohnya dow theory, chart pattern, moving average, bollinger bands, etc.

Back testing
Back testing digunakan untuk menguji perfomance dari indikator atau trading system yang diaplikasikan pada data historikal. Bagian terpenting dari back testing adalah untuk mencari pola-pola dengan probabilitas tinggi di masa lalu untuk kita aplikasikan di masa depan.

Dengan pengukuran-pengukuran yang dilakukan melalui backtesting kita bisa melakukan penyesuaian paramater-parameter yang sesuai dengan yang dimasa lalu, termasuk untuk mendeteksi "turning point".


Free FOREX Training

Free FOREX Training

Mulai 28 Oktober 2008 sampai 21 November 2008

Training akan dilakukan selama 1 bulan setiap Hari Selasa dan Kamis Pukul 18.30WIB

Berikut adalah materi-materi yang akan diberikan pada saat training :


Introduction :
- 5 W+ H
- Success Story
- Introduction to market (Futures, Stodex, Stock)
- Spread (bid/ask), ISO codes, Interest Swap, Leverage

Trading for Newbie :
- Fakta dalam trading
- Dasar Utama dalam Trading
- Level-level trader
- Discretionary trader to systematical trader

The Fundamental Trading :
- Dow Theory
- Supply and demand
- Fundamental sebagai salah satu faktor penggerak harga.
- Indikator-indikator Ekonomi
- Sumber – Sumber berita Fundamental
- Menterjemahkan dan mengaplikasikan berita fundamental
- Trap the news

Technical analysis and Technical Trading :
- Types of Chart
- Reversal & continuation pattern
- Candle stick formation
- Support & Resistance using trend lines & channel
- Chart Pattern (Ascending, descending, Trianggle, Double top,etc)
- Fibonacci Trading
- Pivot Calculator
- Technical Indicator (Trend Indicator & Momentum Indicator)
- Elliot Wave Theory

Managing Risk :
- Drawdown & Maximal Drawdown
- Risk to reward ratio (Stop loss, over trade,etc)
- Setting Stop loss, Take profit and trailing stop.

Managing account :
- Fear, Greed and Emotion
- Keep learning
- Revenge Trading
- “FAST” Trader

Untuk informasi lebih lanjut, please contact me by YM or phone.

Entry Isn't everything (Part 1 of Managing The Risk)

Indicator, pattern dan segala bentuk entry signal hanya merupakan bagian kecil dari suatu trading system. Suatu trading sytem atau metode trading yang memiliki probabilitas 80% untuk menang pun masih dapat membuat kita menjadi rugi jika kita tidak tahu bagaimana mengatur risk dan cara money management yang benar. Sebaliknya kita bisa menghasilkan banyak keuntungan walaupun system atau metode trading kita hanya memiliki peluang probabilitas 35% tapi kita terapkan 2 hal yang sangat penting

1. How to size ur position correctly ? 

2. How to ride a trend until it ends?

Ada ratusan indikator dan pattern yang bisa digunakan untuk trading, tapi trading dengan banyak indikator tidak menjamin efektivitas dalam trading. Sebagian besar Trading system yang profitable dan sukses di market, hanya memiliki tingkat kebenaran sebesar 50%. Karena pada kenyataannya dari 100% market movement yang bisa kita manfaatkan secara efektif adalah skitar 30% saja.  Probabilitas sebesar 50% adalah sudah cukup bagus daripada kita tidak memiliki probabilitas sama sekali. Teknik entri kedalam market hanya sebagian kecil dari teknik untuk membuat "profesional trading system".

The Turtle

Turtle Trader (jangan dibaca Pedagang Kura-kura yah) merupakan salah satu contoh dari Kelompok Trader yang bisa sukses.  Saat itu Richard Dennis dan Bill Echardt yang merupakan Trader sukses bertaruh, Richard Bertaruh bahwa Trading adalah adalah keahlian yang bisa dipelajari dan diajarkan. Saat itu Richard mengumpulkan orang-orang lewat iklan di Koran. Dan Dari orang-orang yang terkumpul tersebut hanya separuhnya yang bisa bertahan dan terus trading sampai sekarang.

System yang diajarkan oleh Richard Dennis untuk kesemua orang yang dikumpulkan adalah sytem yang sama, tapi 50% diantaranya tidak mampu untuk mengalahkan aspek-aspek psikologis dalam diri mereka. Sehingga system yang seharusnya profitable tersebut menjadi kurang powerfull lagi.

"Most traders take a good system and destroy it by trying to make it into a perfect system."

Separuh orang yang masih bertahan tadi akhirnya disebut dengan "Turtle Traders", karena seperti halnya kura-kura yang baru menetas dari telurnya hanya separuhnya yang bisa bertahan hidup dilautan dan menjadi dewasa, sisanya kebanyakan mati karena dimangsa predator dan sebagainya.

Para "Turtles" secara konsisten menghasilkan profit 70% bahkan lebih walupun pada kenyataanya Trading system yang mereka miliki hanya menghasilkan 35 signal yang benar dari 100 kali signal yang muncul.

Probabilitasnya memang tidak seimbang tapi ada hal-hal penting yang harus diperhatikan kenapa dari 35% probabilitas itu mereka bisa menghasilkan profit yang sangat besar. Untuk mempelajari teknik yang dimilki oleh para "Turtles" tidak butuh waktu banyak kalau ditanya pastinya sih tidak lebih dari 2 jam. Tapi hal yang paling sulit untuk diajarkan adalah pola pikir dan  kemauan seperti yang dimiliki para "Turtles" 

95% Trader nyaris tidak pernah berimprovisasi dalam pola pikirnya sehingga secara tidak sengaja telah menghalangi diri mereka untuk mendapatkan profit. Pada kenyataannya profit hanya bisa didapatkan oleh para trader yang mau keluar dari zona nyamannya, serta bekerja sesuai dengan pambawaan masing-masing, dan yang paling penting tahu dan memahami kelebihan dan kekurangan yang dia miliki (Personal Strength)

"...adding more indicators does not necessarily increase your effectiveness..."

Does Technical Analysis Work?

Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Teknikal Analisis bisa dipakai sebagai salah satu metode untuk membangun portfolio dengan menggunakan market timing.

Penelitian sederhana yang dilakukan oleh Norman Fosbeck menunjukkan bahwa "market timing" lebih bagus dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan Buy & Hold. Masalah sederhananya adalah kita harus benar-benar menguasai tekniknya.

Berikut hasil penelitian Norman fosbeck yang dilakukan dari tahun 1964-1984



Sedangkan penelitian lainnya yang dilakukan oleh Jacquiline Doherty (The Truth About Timing) dan dipublikasikan di Barrons (November 5,2001)



Penelitian lain yang dilakukan oleh Martin Pring dengan menggunakan metode Dow Theory
- Jika kita menginvestasikan $44 pada tahun 1987 dan mengikuti semua signal buy dan sell dari Dow theory makan pada tahun 1981 kita sudah menghasilkan keuntungan sebesar $18000

-Sedang jika kita menginvestasikan $44 dan hold portfolionya, makan pada tahun 1981 kita hanya menghasilkan keuntungan $960.


Penelitian sederhana yang sya lakukan
http://www.trendtrader.co.cc/2008/09/penyusunan-portfolio-dengan-teknikal.html

Dengan buy and hold : 54.69%
dengan TA : 1498.45%


Menunjukkan hasil yang cukup untuk menunjukkan bahwa teknikal analisis bisa dipakai sebagai alat untuk melakukan market timing dan penyusunan portfolio.


NB:
Masih blm cukup data untuk mengetahui metode penelitian yang digunakan oleh Norman Fosbeck, Martin Pring dan Jacqueline Doherty.

Kalau ada yang punya bahan-bahan tentang metode penelitian yang dilakukan oleh para master tersebut. It will be very apreciated for me.

Kamis, 23 Oktober 2008

Global Market Analysis (October 22, 2008)

Analisa Beberapa Market Pada perdagangan 22 Oktober 2008

Nikkei 225

Pada Nikkei terbentuk pola bullish Divergence antara Harga dan RSI

Pada titik 1 dan 2 sebenarnya sudah terbentuk Bullish Divergence (Failed karena kenaikan tidak dapat dukungan Volume yang cukup)

Pada titik 2 dan 3 kembali terbentuk Bullish divergence (Semoga tidak kembali failed dan volume pada perdagangan esok hari bisa meningkat)

IHSG




Pola Bullish Divergence antara titik 1 dan 2 dalam IHSG juga kurang valid dan hanya memberikan efek rebound sesaat karana kenaikan lebih lanjut didukung oleh volume yang sangat tipis sekali dan justru cenderung menurun

Kembali terbentuk bullish divergence antara titik 1 dan 3 dan semoga bisa kembali valid minimal dengan menembus peak level sebelumnya di 1600 ( Confirmed buy using Dow theory)

DJI


Dow Jones dibuka flat pada perdagangan malam ini

Sudah Terbentuk bullish divergence di dow jones antara titik 1 dan 2

Kembali terbentuk pattern Simetris triangle pada dow jones pada perdagangan 1 minggu terakhir.

Dengan Terbentuknya bullish divergence dow jones berpeluang Bullish


NB :
Dengan aturan-aturan bullish divergence peluang buy terbuka . Dengan Stop Loss di Last Low Level

Kalau yang lihat gambarnya cuman separuh bisa di save as dulu.
Semoga Bermanfaat

Kind Regards,


Aditya

Rabu, 22 Oktober 2008

IHSG Candle Analysis (22 Okt 2008) Last Bearish signal

Semoga ini menjadi signal bearish terakhir dari IHSG dan memicu terbentuknya Bullish divergence di IHSG kita tercinta




Note:
Kondisi bullish divergence akan dipicu dengan terbentuknya pola dibawah ini antara harga dengan RSI

Harga membentuk Lower low (Break low di 1350)
RSI tidak mampu membentuk Lower Low di banding nilai RSI sebelumnya


Semoga bermanfaat

Selasa, 21 Oktober 2008

JimbarSoft Trading Platform

A sneak view of the JimbarSoft trading platform.
It’s under development by JT’s engineers.

Included features will be:

  • Freeware
  • Free high quality historical & realtime data (EOD & Intraday) of Indonesian stocks
  • Wide array of technical analysis tools
  • Complete collection of built-in techincal indicators
  • Custom programming environment (for custom indicator & strategies builder)
  • Support multi monitor
  • Customizable workspace, chart template, drawings, etc.
  • Unlimited windows of charts, orderbook, live trade, etc.
  • Online STP (Straight Through Processing) trading with leading Indonesian stock brokers.
  • and many more.

for testing, please contact me: darmasdt at gmail dot com.

(*)

http://tradermade.wordpress.com/2008/09/17/jimbarsoft-trading-platform/

NB: Masih under development.

Speceal thanks to: Darma, aan & tommy

What Is Technical Analysis tell to Us about the crisis

Sejak jauh-jauh hari sebelum krisis yang semakin marak dibicarakan orang terjadi, Teknikal Analisis sudah memberikan signal-signal dini tentang krisis ini.

Pendekatan pertama kita coba dengan teknik yang paling sederhana yaitu Moving Average (Rata-rata bergerak) yang didapat dengan menjumlahkan data kemudian dibagi dengan banyak data.

Aturan yang diganakan adalah sebagai berikut:


Sedang periode Moving Average yang digunakan adalah Periode 50 dan 200 (Periode standart yang ada di buku-buku TA). Sell signal adalah ketika Moving average dengan periode lebih besar (200) berada di atas Moving Average periode lebih kecil (50)

Indeks saham yang akan kita gunakan untuk perbandingan adalah: DJI, IHSG dan Nikkei 225.

DJI




Signal sell pertama kali terjadi pada tanggal 4 Januari 2008

Nikkei 225



Signal sell terjadi pada tanggal 4 September 2007

IHSG



Sell signal terjadi pada tanggal 25 April 2008.

Bersambung...
1. Sell signal dengan Dow Theory
2. Skenario Reversal signal

Puisi Sufi

Keindahan dari Ketulusan Kasih Sayang adalah lebih indah dan abadi daripada
segala Keindahan Hidup ini.
Dan keindahan merasakan Kehadiran Allah setiap saat adalah lebih indah dan
abadi, tak dapat dibandingkan,
daripada segala bentuk Keindahan dan Kasih Sayang dunia ini.
Namun mengapa berapa dari kita tidak mempercayainya?
Karena sampai kini mereka belum merasakannya.
Allahu-l-Jamiil wa yuhibbu-l-jamaal
(Allah, secara ruhiyah, adalah Yang Mahaindah dan mencintai keindahan)

The beauty of pure Love is more beautiful and everlasting than all beauties of this life
And the beauty of tasting the Presence of God at every moment is more beautiful
and everlasting, beyond compare,
than all beauties and Love of this world.
But why some of us don't believe it?
Because they have not tasted yet.
Allahu-l-Jamil wa yuhibbu-l-jamal
(God is spiritually the All-Beautiful One and loves beauty)

Suatu ketika, seorang wanita baik-baik bertanya kepada seorang pemuda: "Saya
heran mengapa orang-orang tua (para sesepuh) dan orang-orang yang punya pengaruh
besar mendengarkanmu? Bagaimana bisa?"

Si pemuda menjawab: "Jujurlah selalu pada dirimu, jujurlah selalu pada Tuhan,
jujurlah selalu kepada orang-orang, dan selalu miliki niat tulus yang baik dan
benar. Maka Allah akan memberimu ilham dan kekuatan ke dalam hatimu (perihal)
apa yang harus disampaikan, kapan harus disampaikan, dan bagaimana harus
menyampaikannya -apakah hal tersebut harus disampaikan secara terbuka (lisan)
atau secara batiniah (melalui kalbu ke kalbu). Dan mereka yang telah dibukakan
hatinya oleh Tuhan akan mendengar dan mengikuti apa yang kamu sampaikan bahkan
andaipun kamu hanyalah seorang bocah biasa sebab Ilham Ilahiah beserta Kekuatan
Ilahiah-nya ada dalam hatimu. Hanya ingat: jujurlah selalu dan miliki niat tulus
yang baik dan benar selalu. Maka Anda bisa melakukannya sebagaimana saya
lakukan."

[In English]
A good lady once asked a young man: "I wonder why the elderly and powerful
people listen to you? How come?"

The young man replied: "Be always honest with yourself, be always honest with
God, be always honest to the people, and have always a sincere good and right
intention. Then Allah will give you inspiration and power into your heart what
to say, when to say and how to say whether it should be said openly(verbal) or
secretly, through heart to heart. And they whose heart has been opened by God
will listen and follow what you say even if you are just an ordinary child
because the Divine inspiration and its power are within your heart. Just
remember: be always honest and have always a sincere good and right intention.
Then you can do it as I do."

NB: Penulisnya masih anonim

Stop Telling People About Your Trades

Stop telling people about your trades!

Most people feel an overwhelming need to fill any silence with words. If you keep telling others about your open positions, you are encouraging them to respond. Dr. Alexander elder says, 'Don't talk your book'. While you have active trades in the market, it is far better to keep this private, and not discuss your successes or failures with another living soul. You do not need to hear another person's response regarding your effectiveness or ineffectiveness as a trader.

The market will tell you soon enough. Your role is to introspectively work on yourself and your trading plan and not rely on others to sympathise or to congratulate. What other people thing about you is none of your business.

From the book : Trading Secrets by Louise Bedford
Page 58

Yang Disampaikan Mr Louise dalam tulisan diatas sangat sederhana.
Bagi sebagian orang mungkin kurang penting tapi jika kita mau menelusuri lebih lanjut ada hal yang sangat krusial yang mungkin sering kita lupakan

Dengan menceritakan hasil trading kita ke orang lain, mungkin kita telah menyakiti orang lain itu. Kenapa begitu?? Jika kita bercerita kita sedang profit kepada temen yang kebetulan sedang floating loss hal itu mungkin akan membuat mereka sakit hati. Atau mungkin sama-sama dalam kondisi profit tapi anda punya posisi 1000 lot sedang teman anda cuman 5 lot. Hal itu juga bisa menyakiti teman anda.

Tapi hal yang paling penting sebenarnya adalah untuk menjaga agar penilaian kita ke market tetap objektif

Senin, 20 Oktober 2008

Sabtu, 18 Oktober 2008

Apakah buy back saham BUMN akan bisa membantu?

Beberapa BUMN yang memiliki fundamental perusahaan yang bagus dikabarkan akan melakukan buy back terhadap saham masing-masing.

Yang jadi pertanyaan
1.  Apakah langkah ini efektif untuk mempertahankan nilai saham itu dari kejatuhan ?
2. Seberapa jauhkah buy back tersebut bisa menahan saham-saham tersebut dari kejatuhan?
3. Berapa % saham itu akan bisa naik setelah di buy back?
4. Yang paling ekstrim adalah apakah buy back tersebut bisa mengembalikan harga saham-saham tersebut sama dengan di awal tahun 2008 ini?

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab ditengah krisis ini. 

Tapi jika mau jujur, paling tidak kita harus mencoba melongok dulu kondisi sektor riil di negara kita yang semakin terdesak.

Pemerintah terjebak diantara berbagai keputusan strategis yang ujung-ujungnya menempatkan pemerintah dalam kondisi serba salah. Inflasi yang terus meningkat lama-kelamaan bisa menjadi racun yang menurunkan daya beli masyarakat. Ujung-ujungnya dengan dalih meningkatkan likuiditas IDR akhirnya BI mengeluarkan keputusan yang cukup kontroversial yaitu menaikkan suku bunga. Rencana buy back saham juga merupakan salah satu skenario pemerintah untuk meningkatkan likuiditas bursa.

Dalam pikiran saya sebagai orang awam likuiditas akan terbentuk sendiri sesuai dengan mekanisme market. Alasan pemerintah untuk meningkatkan likuiditas di Bursa dengan melakukan buy back akan jadi bumerang, bagi BUMN yang bersangkutan.

Nah loh......koq bisa jadi bumerang. Logika saya berpikir sederhana karena teringat ama omongannya George Soros bahwa peningkatan likuiditas dan masuknya dana segar ke market adalah surga untuk para spekulan-spekulan. Ibarat semut yang dikasih gula pasti pada langsung rebutan.

Serba salah juga sih, ujung-ujungnya depan kena...belakang kena. Dan harus ada yang jadi korban. Fokus pemerintah saat ini adalah menolong kejatuhan pasar finansial seperti perbankan dan bursa, tapi diluar ada hal yang lebih mengkhawatirkan lagi sektor riil sekarang sudah mulai deg-degan diawali dengan naiknya nilai USD/IDR, jatuhnya harga komoditi (bikin eksport jadi loyo), Naiknya BI Rate, yang terakhir yang paling bikin cemas, pajak mo dinaikin lagi. 

Tadi sore dengerin pembicaraan dengan JK di metro TV. Ada kesimpulan sederhana yang saya terima. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama ini tidak teroganisir dengan baik. Kenapa saya ngomong gitu:
1. JK mengatakan akan menikkan pajak kendaraan bermotor karena semakin banyaknya permintaan akan kendaraan bermotor yang artinya pemerintah harus membuat jalan-jalan lebih panjang dan perawatan ekstra untuk jalan raya. Bagi saya hal ini sudah menunjukkan kelemahan pemerintah. Harusnya APBN sudah dialokasikan untuk hal-hal itu, tidak perlu menaikkan pajak dengan alasan seperti itu. Hal itu juga menunjukkan bahwa alokasi dana APBN masih belum optimal.

2. Harga beberapa hasil komoditi kita di pasaran internasional dihargai sangat murah sekali, dibawah harga pasar sesungguhnya

3. Dibalik jatuhnya harga sawit, pemerintah cuman bisa bengong saja dengan kondisi ini. Dengan posisi Indonesia sebagai negara penghasil CPO nomor 2 terbesar harusnya sudah mulai menerapkan aspek2 hedging dalam komoditi sejak jauh-jauh hari

well, tulisan malam ini hanya tulisan ngelantur saja untuk mencurahkan suasana hati. kalo mo percaya monggo kalo gak percaya silahkan. wong ini hanya mengisi malam minggu yang sepi.




Kamis, 16 Oktober 2008

Bearish Divergence at Dow Fut

Time Frame : 4 Hours
Updated : 8.45 PM
Terlihat adanya pola bearish divergence sebelum Dow Jones kembali jatuh
pada perdagangan tanggal 14 Oktober lalu


Dalam Mid term dow jones masih dapat kembali tertekan ke level low di 7800

[Diskusi] Kenapa untuk analisa saham cuma ada Chartist, tapi gak ada Statistician ?

Meneruskan hasil diskusi di forum Detik dan Milis AATI
http://forum.detik.com/showthread.php?t=61734
Ini ada transcript menarik dari diskusi di chat-room kemarin, dan membuat saya tertarik mengangkat topik ini ke forum.

Apakah ini cuma perbedaan kata2/nama secara semantik saja kah ? Kayaknya bukan yah ?

Quote:

(CUAN): kenapa utk analisa saham cuma ada chartist, tapi gak ada statistician
(Blin): he..he...
(Blin): good question
(Blin): emang saya bisa rasakan apa yg kamu pikir kalo ngga salah di TA kan cuman rumus2 matematik
(Blin): dan statistik BUKAN matematik doang
(Blin): dan kesan saya pribadi matematik doang itu kok kayaknya gersang yah ? hehehe
(CUAN): ya, statistik banyak omogin probab1lita
(CUAN): semua bidang bisa dipakein statistik
(Blin): topik yg bagus utk diskusi cuan
(CUAN):
(Blin): post dong di forum, biar orang2 luar juga pada ikut nimbrung topik ini
(CUAN): lucunya gak pernah denger analis yg ngaku statistician saham
(CUAN): hehe..
* CUAN belum pernah posting forum
(Blin): bener, jujur nih, ini topik yang benar2 bagus buat diskusi dan argumentasi lho
(CUAN): mungkin yg lain bisa kasih tanggapan juga
(Blin): mungkin kalo ngaku statistician kedengarannya ngga keren dan membosankan kali yah ? hahaha
(Blin): padahal itu kayak MA itu mah cuman se-upil dari ilmu statistik
(Blin): atau indicator2 basic lainnya
(Luminous_XIII): menurut saya sih chartist itu memang bagian dari ilmu statistik...
(Blin): nah .. itu ada kata "BAGIAN", sip, saya setuju
(CUAN): knp begitu Luminous_XIII ?
(Luminous_XIII): kaya p blin bilang...
(Luminous_XIII): indikatornya kan pakai statistik juga...
(Luminous_XIII): cuma saya lihat bedanya...
(Luminous_XIII): kalau statitician itu menitikberatkan pada keakurasian atau tingkat kepercayaan suatu kejadian...
(Luminous_XIII): seperti probablita dan teknik samplingnya...
(Luminous_XIII): tapi kalau chartist.....
(Luminous_XIII): nggak peduli akurasi atau samplingnya...
(Blin): wah.. hebat nih komentar Luminous_XIII
(Luminous_XIII): tapi lebih mau lihat pergerakan suatu kejadian berdasar data masa lalunya...atau sample yang ada...
(CUAN): nah itu dia, kita punya abundant data utk sampling
(Blin): ok, ingat lho, itu di TA secara "UMUM" data yg ada CUMAN HANYA info OHLC dan Volume
(GitzJoey): ehm ikutan deh
(GitzJoey): chartist bukan statiscian karena...memang ga ngitungin statistik...chartis hanya menggunakan metode yg digunakan statistician untuk memprediksi pasar
(GitzJoey): jadi statistik cuman salah satu tool nya ajah
(CUAN): jd menurut joey, chartist bukan bagian dari statistik ?
(GitzJoey): hmm g bilang chartist ga mau di panggil statiscian aja sih
(GitzJoey): kalo bagian dari statistic bukan juga sih menurut g
(GitzJoey): kalo ilmu yg dipake adalah statistik, iya salah satu nya
(GitzJoey): masih ada psikologi nya...maybe
(CUAN): sebenernya dua-duanya bisa meng-kuantifikasi suatu yg abstrak menjadi benda yg lebih mudah dipahami
(GitzJoey): waduh...bahasanya dah berat....angkat tangan dulu deh
(Blin): hahaha
(Luminous_XIII): hahaha...
(Blin): ngacir oi
(CUAN): lol
(Blin): hehe
(GitzJoey): basicly i dont care if its statistic or chartist....as long as cuan
(Luminous_XIII): nggak apa...apa...deh...yang penting pelan-pelan di Amrik jadi ijo...hehehe..
(GitzJoey): money....money...moneyyyyy .....
(GitzJoey):
(CUAN): tp ini menarik lho
(CUAN): ngapain ngotot2 jadi sekedar chartist, padahal ada ilmu lain yg bisa prediksi lebih akurat
(Blin): jadi curiga nih cuan, lagi baca buku apa sih ? hehehe
(CUAN): hehe..
(Luminous_XIII): iya nih oom Cuan lagi dapat wangsit apa...
* CUAN the truth is out there
Kita tunggu masukan rekan2 sekalian.

Hasil diskusi di milis
Code:
----- Original Message ----
From: M Alfatih
To: Milis-AATI@yahoogro ups.com
Sent: Wednesday, October 8, 2008 12:44:58
Subject: Re: [Milis-AATI] [Diskusi] Kenapa untuk analisa saham cuma ada Chartist, tapi gak ada Statistician ?

Ada banyak pendekatan yang mempelajari market, bukan hanya TA.
Ada Quant, ada Behaviour Finance, ada ekonofisika.

AATI sempat melakukan pendekatan dengan mengundang
Pak Roy Sembel yang ahli ekonofisika sebagai honorary member
dan Pak Djoko Wintoro yang ahli behaviour finance,
untuk memperkaya ke-ilmuan TA di Indonesia.

Hanya saja memang belum sempat dilakukan pembahasan akademisnya.


2008/10/8 arwani pranadjaya

Kalau sudah masuk statistik murni, maka itu ladangnya quantitative analysis, bukan lagi technical.
Disana banyak sekali model yang dapat dipakai sebagai pendekatan
Code:
Dear All

Sepertinya pada beberapa TA itu kan sudah terintegrasi hal statistika nya..... seperti moving average..... atau misalnya bolinger band dsb nya itu kan ada standard deviasi nya yang defaultnya 2.... itu artinya pro****litas terbesar pergerakan item tertentu itu dalam range SD 2 itu......
Cuman kita kan nggak pernah ngitung ... sudah di include kan di rumus nya.... dan cukup click click mouse... sehingga nggak sadar.. kalu sudah melibatkan statistik.....


Joo
Code:
Diskusi dengan Fatih dirangkai dalam komentar Pak Hanafi dibawah.

--- In Milis-AATI@yahoogro ups.com, Hanafi Auzar wrote:
>
> Ikutan nimbrung, ya.. sejujurnya saya sendiri aga bingung dengan
analisis dengan menggunakan grafik/chart untuk saham ato instrumen
lainnya (underlying asset).
> saya pernah ambil beberapa course yang deket relasinya dengan TA
seperti financial econometry (MA, AR, ARCH, GARCH, dll), tapi pada
akhirnya ga ada yang bisa bicara tentang pro****lity of occurence dari
analisis yang dilakuin. karena, for example, untuk satu keadaaan MA
bisa kerja di keadaan lain AR yg kerja, ga ada yg bener2 tau tools yg
mana buat dipakai di saat apa.
===> Fatih: Harus diketahui kelebihan dan kekurangan masing2
indicator. Namun yang lebih penting lagi, harus sangat memahami konsep
trend dan time frame yang ada di Dow Theory....

dan buat quote dari warrent buffet dari wikipedia:
> 'I realized technical analysis didn't work when I turned the charts
> upside down and didn't get a different answer" and "If past history
was
> all there was to the game, the richest people would be librarians."
dan belum ada penganut murni TA yang benar2 berhasil jadi reputable
investor kan...?CMIIW.
===> Fatih: Silakan cari info tentang Tom De Mark...

> Saya pribadi percaya untuk saham, obligasi, FX, dll. fundamental
analysis adalah tools terbaik, dengan laporan keuangan, news,kebijakan
pemerintah, dll.
>
===> Fatih: saya juga percaya untuk longterm trend, tapi apa yang
terjadi di bursa bukan hanya masalah fundamental, apalagi kalau
terjadi perbedaaan valuasi antar berbagai analis. Kondisi kekurangan
likuiditas sekarang, bikin emiten yang baguspun dijual sangat murah...

> Hal yg terakhir mengenai quantitative finance (ahlinya disebut
quants) mulai analisisnya dari memodelkan pergerakan acak instrumen
dengan suatu persamaan acak, dari situ berangkat ke valuation
instrumen yg ada dan instrumen sekunder (derivative) .kesimpulannya,
dengan model yg dibangun pro****lity untuk mengambil keuntungan setiap
saat adalah mendekati 0. pro****lity untuk chaos(bangkrut) pun ga 0,
makin gede volatility makin besar kemungkinannya. Jadi kenapa ko
belakangan ini quants jadi populer..?
===> Fatih: mungkin karena yang dipelajari adalah market? bukan
sekedar perusahaannya? bukankah itu usaha TA sejak ratusan tahun
ini...

> Karena model yang dibangung itu udah terbukti bisa dimanfaatkan
untuk derivative instrument (option, futures, CDS,CDO, dll), terutama
untuk non linear derivative, diawali dengan black scholes model (yg
akhirnya dapet nobel prize). Saya pernah magang di market marker di
amsterdam dan bener2 mereka mengandalkan quantitative analisis, bahkan
untuk divisi researchnya rata2 lulusan phd hard science (fisika,
matematika, astronomi, dll). tantangannya saat ini, salah satunya,
adalah eksekusi trading dalam milisecond dengan optimisasi di komputer
trading.
====> Fatih : terus bagaimana dengan kita-kita? keluar market atau
jadi mangsa?...

> Satu hal yang jadi masalah adalah untuk model derivative yg relatif
kompleks gini, risk managementnya kadang2 ditelantarkan, contohnya yg
paling baru adalah buntut dari subrime mortgage crisis (dengan
instrumennya CDO) yang masih nyambung dengan masalah di lehman
brothers, merryl lynch, atau fortis di eropa.
====> Fatih: he.. he.. bukannya ini jurus dasar trading? risk
management.. .

> Jadi, intinya menurut saya adalah analisis disesuaikan dengan
instrumen, ga semua bisa pakai quantitative analysis, ga semua bisa
pakai fundamental analysis...dan itu menurut saya lo (sambil quote
sana sini juga siy..hehe).
>

> Terakhir, analisa saham sepertinya ga hanya chartist, banyak ko yg
fundamental. . dan statistic itu lebih ke alat..karena basicnya untuk
semua pendekatan adalah pro****lity and statistic itu sendiri.
===> Fatih : saya bukan fanatik TA, toh buku teks aja bilang FA untuk
pilih yang mana, TA untuk menentukan kapan momentumnya. ..

> Regards,
>
> Auzar
Code:
Diskusi dengan Fatih dirangkai dalam komentar Pak Hanafi dibawah.

--- In Milis-AATI@yahoogro ups.com, Hanafi Auzar wrote:
>
> Ikutan nimbrung, ya.. sejujurnya saya sendiri aga bingung dengan
analisis dengan menggunakan grafik/chart untuk saham ato instrumen
lainnya (underlying asset).
> saya pernah ambil beberapa course yang deket relasinya dengan TA
seperti financial econometry (MA, AR, ARCH, GARCH, dll), tapi pada
akhirnya ga ada yang bisa bicara tentang pro****lity of occurence dari
analisis yang dilakuin. karena, for example, untuk satu keadaaan MA
bisa kerja di keadaan lain AR yg kerja, ga ada yg bener2 tau tools yg
mana buat dipakai di saat apa.
===> Fatih: Harus diketahui kelebihan dan kekurangan masing2
indicator. Namun yang lebih penting lagi, harus sangat memahami konsep
trend dan time frame yang ada di Dow Theory....

dan buat quote dari warrent buffet dari wikipedia:
> 'I realized technical analysis didn't work when I turned the charts
> upside down and didn't get a different answer" and "If past history
was
> all there was to the game, the richest people would be librarians."
dan belum ada penganut murni TA yang benar2 berhasil jadi reputable
investor kan...?CMIIW.
===> Fatih: Silakan cari info tentang Tom De Mark...

> Saya pribadi percaya untuk saham, obligasi, FX, dll. fundamental
analysis adalah tools terbaik, dengan laporan keuangan, news,kebijakan
pemerintah, dll.
>
===> Fatih: saya juga percaya untuk longterm trend, tapi apa yang
terjadi di bursa bukan hanya masalah fundamental, apalagi kalau
terjadi perbedaaan valuasi antar berbagai analis. Kondisi kekurangan
likuiditas sekarang, bikin emiten yang baguspun dijual sangat murah...

> Hal yg terakhir mengenai quantitative finance (ahlinya disebut
quants) mulai analisisnya dari memodelkan pergerakan acak instrumen
dengan suatu persamaan acak, dari situ berangkat ke valuation
instrumen yg ada dan instrumen sekunder (derivative) .kesimpulannya,
dengan model yg dibangun pro****lity untuk mengambil keuntungan setiap
saat adalah mendekati 0. pro****lity untuk chaos(bangkrut) pun ga 0,
makin gede volatility makin besar kemungkinannya. Jadi kenapa ko
belakangan ini quants jadi populer..?
===> Fatih: mungkin karena yang dipelajari adalah market? bukan
sekedar perusahaannya? bukankah itu usaha TA sejak ratusan tahun
ini...

> Karena model yang dibangung itu udah terbukti bisa dimanfaatkan
untuk derivative instrument (option, futures, CDS,CDO, dll), terutama
untuk non linear derivative, diawali dengan black scholes model (yg
akhirnya dapet nobel prize). Saya pernah magang di market marker di
amsterdam dan bener2 mereka mengandalkan quantitative analisis, bahkan
untuk divisi researchnya rata2 lulusan phd hard science (fisika,
matematika, astronomi, dll). tantangannya saat ini, salah satunya,
adalah eksekusi trading dalam milisecond dengan optimisasi di komputer
trading.
====> Fatih : terus bagaimana dengan kita-kita? keluar market atau
jadi mangsa?...

> Satu hal yang jadi masalah adalah untuk model derivative yg relatif
kompleks gini, risk managementnya kadang2 ditelantarkan, contohnya yg
paling baru adalah buntut dari subrime mortgage crisis (dengan
instrumennya CDO) yang masih nyambung dengan masalah di lehman
brothers, merryl lynch, atau fortis di eropa.
====> Fatih: he.. he.. bukannya ini jurus dasar trading? risk
management.. .

> Jadi, intinya menurut saya adalah analisis disesuaikan dengan
instrumen, ga semua bisa pakai quantitative analysis, ga semua bisa
pakai fundamental analysis...dan itu menurut saya lo (sambil quote
sana sini juga siy..hehe).
>

> Terakhir, analisa saham sepertinya ga hanya chartist, banyak ko yg
fundamental. . dan statistic itu lebih ke alat..karena basicnya untuk
semua pendekatan adalah pro****lity and statistic itu sendiri.
===> Fatih : saya bukan fanatik TA, toh buku teks aja bilang FA untuk
pilih yang mana, TA untuk menentukan kapan momentumnya. ..

> Regards,
>
> Auzar

Code:
mm terima kasih komennya
1.Fatih: Harus diketahui kelebihan dan kekurangan masing2
indicator. Namun yang lebih penting lagi, harus sangat memahami konsep
trend dan time frame yang ada di Dow Theory....==>saya minta contoh yg simple donk kalo mungkin, buat contoh, disaat apa MA lebih baik dari AR

2.Fatih: Silakan cari info tentang Tom De Mark...==> kalo mungkin, bisa minta link profilenya(non technical )..? (saya cari di wikipedia dan google ga dapet)

3.Fatih: saya juga percaya untuk longterm trend, tapi apa yang
terjadi di bursa bukan hanya masalah fundamental, apalagi kalau
terjadi perbedaaan valuasi antar berbagai analis. Kondisi kekurangan
likuiditas sekarang, bikin emiten yang baguspun dijual sangat murah...==> setuju, tapi untuk short term pun masih bisa kan..? sebagai contoh sesaat setelah keputusan no bail out yang pertama dari us congress, index saham aktif rata2 langsung jatuh.

4.mungkin karena yang dipelajari adalah market? bukan
sekedar perusahaannya? bukankah itu usaha TA sejak ratusan tahun
ini...==>quantitative analysis memodelkan dari yg simple, dan kemudian dikembangkan ke yang lebih realistis, semua indikator yang mempengaruhi harga saham bisa dimasukkan dalam model selama itu beralasan dan hal ini tidak terikat dengan apakah itu market ato perusahaan. tapi TA dibandingkan dengan quantitative analysis punya perbedaan mendasar, dalam quantitative analysis semuanya didasarkan pada asumsi dasar (dynamic of underlying asset) dan ketika model dikembangkan asumsi tersebut harus dipegang sebagai dasar teori. sebagai contoh sebuah model acak saham ada yg di analogikan dengan pergerakan acak partikel gas yang akibatnya untuk model ini didapat satu kesimpulan bahwa pergerakan saham satu satuan waktu ke depan tidak dipengaruhi oleh lintasan yang ditempuhnya selama ini...kyk ga masuk akal? tapi ini juga asumsi black scholes formula, hal yang sangat berlawanan dengan TA yang sangat mengandalkan data historical.

5. Fatih : terus bagaimana dengan kita-kita? keluar market atau
jadi mangsa?...==>maksud saya adalah, seberapa efektif TA bila diautomatisasi?

6Fatih: he.. he.. bukannya ini jurus dasar trading? risk
management.. ==> Betul, dalam hal ini kita sepakat, untuk kasus yang saya contohkan, satu dunia tidak ada yang sadar dengan risk dari turunnya harga properti di US. semuanya udah nyaman dengan instrumen baru yang bernama CDO yang belum pernah failed, sampe saat ini.

Mungkin ini dulu.. semoga besok IHSG baik2 aja :)
Code:
Nimbrung juga ya....
Sepengetahuan saya TA memang tidak berasal dari teori tertentu (apalagi disiplin ilmu) tertentu yang sangat mementingkan validitas (pembuktian) dan reliabilitas (terandalkan) ...
Jadi ya bisa dibilang TA itu bisa statistician or mathematician bisa fractalian or chaos theorian, astrologian, reflexiv or neuralist, or sufis-tician ????

Harus diakui TA apalagi pure chartist, cenderung mengabaikan kesahihan dan keterandalan tools yang dipakai karena orientasinya lebih ke trading sendiri dan BUKAN UNTUK ORANG LAIN... dan itu tantangan TA sekarang. AATI sebagai perpanjangan IFTA, mencoba mengorganisasikan persoalan ini. Menjadikan "teknik-teknik" individual dalam standar TA tertentu sehingga orang lain juga bisa menerapkannya. Meski pada akhirnya berpulang pada individu masing-masing, sebagaimana disiplin ilmu lainnya, paling tidak standarisasi TA ini bisa menjadi pegangan konsisten buat semua orang....
Kalo kita ngomong double top seperti apa maksudnya, kalo kita bilang head and shoulder gimana standarnya, kalo bilang oversold, divergence, new low, break support seperti apa strukturnya dan apa artinya etc-etc...

Mengenai para "jagoan" TA yang reputable ? Wah, sebagai orang yang berdiri disisi TA, saya bisa sebut banyak nama; mungkin posisi berdiri yang berbeda aja jadi gak terlihat; dan jangan tanya W-Buff kepada saya ... :D

Cheers,
gd
Code:
mm terima kasih komennya

............ ......... ......... .......

4.mungkin karena yang dipelajari adalah market? bukan
sekedar perusahaannya? bukankah itu usaha TA sejak ratusan tahun
ini...==>quantitati ve analysis memodelkan dari yg simple, dan kemudian dikembangkan ke yang lebih realistis, semua indikator yang mempengaruhi harga saham bisa dimasukkan dalam model selama itu beralasan dan hal ini tidak terikat dengan apakah itu market ato perusahaan. tapi TA dibandingkan dengan quantitative analysis punya perbedaan mendasar, dalam quantitative analysis semuanya didasarkan pada asumsi dasar (dynamic of underlying asset) dan ketika model dikembangkan asumsi tersebut harus dipegang sebagai dasar teori. sebagai contoh sebuah model acak saham ada yg di analogikan dengan pergerakan acak partikel gas yang akibatnya untuk model ini didapat satu kesimpulan bahwa pergerakan saham satu satuan waktu ke depan tidak dipengaruhi oleh lintasan yang ditempuhnya selama ini...kyk ga masuk akal? tapi ini juga asumsi black scholes formula, hal yang sangat berlawanan dengan TA yang sangat mengandalkan data historical.
............ ......... ......... .....
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Begitulah perbedaan pendekatan deduktif quant (based on theoritical assumption). Sedangkan TA sebenarnya lebih induktif.
Mengenai harga bergerak secara independen dari waktu ke waktu sehingga perlu dianalogi oleh dengan pergerakan acak partikel, itu upaya quant menjelaskan pergerakan harga yang sebelumnya sudah ada asumsikan harga bergerak randow walk sebagaimana kesimpulan hipotesis efisiensi pasar. Efisiensi pasar berdasarkan asumsi ekspektasi rasional pelaku pasar...

Persoalannya: apakah pasar selalu rasional ??? kemudian asumsi randow walk apakah berdasarkan pengamatan terhadap pergerakan harga atau karena kesimpulan teoritis deduktif: pasar rasional => absorbed rational information => efficiency market => unpredictable => price random ????

Gimana kalo dibalik... menguji pergerakan harga pasar dengan indikator random... apa hasilnya pergerakan harga pasar (yang terlihat random) itu memang random walk???
Berdasarkan pengujian ini baru disusun model-model. Dari sisi inilah TA berupaya menjelaskan pendekatannnya; dan Quant yang mengikuti jalur pemikirian ini (yang saya tahu) tidak menemukan pertentangan dengan TA.
Dan orang-orang TA banyak mendapatkan kontribusi kritik dan dukungan dari Quant & Behavioral Finance... Thanks to them ...

Misalnya soal penjelasan support-resistance mungkin penjelasan fuzzy logic
Elliot Wave pattern kemungkinan fractal
Soal mechanial trading (otomatisasi) yah memang susah, karena TA (sebagai praktisi yang menerapkan technical trading) menganalisis prilaku pasar yang di dalamnya juga terdapat prilakunya sendiri... (quantum mechanic??)

Tapi memang, sekali lagi "orang-orang" TA banyak yang tidak peduli soal beginian. Jarang yang melakukan riset sendiri. Apa yang sudah dirumuskan para pendahulu, ya... diikuti saja. paling-paling melakukan optimasi atau melakukan pengujian langsung ke pasar... oops yang ini jadinya statistik...

Sorry kalo kepanjangan. saya sendiri termasuk yang tidak atau belum melakukan riset mendalam seperti orang2 quant (hey... saya tahu ini disini ada orang-orang Q & BFers, mana nih kontribusinya. ..)

Cheers,
gd
ode:
hmm... iya ya, ajang filosofi dikala market tak bersahabat..

mengenai model yang dibalik, dari pergerakan acak saham ke random walk saya pikir itu yang dilakukan pada saat mengkalibrasi model yg dibangun dengan market data, hmm urutannya kurang lebih:

1. Asumsi: saham mengikuti geometric brownian motion-random walk
2.Model: aplikasiin ke instrumen dengan parameter2 yang ada pada dynamic dari saham
3.Tes model dengan kalibrasi: kalibrasi parameter yang ada dengan market data (ini yang dimaksud dengan dibalik tadi, dan ini yang menentukan konsistensi model, seberapa baik parameter dalam model untuk diterapkan)

gitu kali ya...
Code:
Selamat pagi semuanya...
saya juga pengen nimbrung nih. Kebetulan saya sudah lama menjadi pengamat trading dan sesekali masuk untuk ambil cuan, hehehe....
tapi saya juga aktif sebagai marketer dan seller dari beberapa beberapa produk. Jadi saya mungkin ikutan rembug aja

Market di Pasar saham menurut saya adalah representasi dari market riil yang terjadi di masyarakat pada saat ini. Jadi pada ujungnya kapan market butuh dan tentu saja harga akan mengikuti mereka tergantung besaran masing2 (teori dasar ekonomi).
TA juga sering saya pergunakan untuk melihat trend market saya secara riil, sehingga pada akhirnya TA adalah tools untuk mengambil keputusan. Menjadi benar dan dibenarkan apabila kita dapat untung dari trading yang kita lakukan atau mencegah kita untuk rugi lebih banyak. Lihat aja dari banyaknya seminar dan pelatihan cara trading yang "benar" dan "profitable" , semuanya berdasar TA dan masing2 meng-KLAIM sistemnya lah yang terbaik. Tapi pernahkan membayangkan kalau semua sistem dipergunakan berbarengan? ??? bukannya profit tapi akan terjadi ketelambatan pegambilan keputusan karena beberapa sistem akan saling berbenturan .... pusing....

So... Psikologi dan pengenalan pribadi menjadi penting untuk menakar resiko yang kita hadapi.

Nah, kalau mau tahu TA yang saya implementasikan pada saat ini adalah di bidang retail spare part motor untuk suplai ke wilayah Indonesia. ... Belum tampak reversal pattern dalam sisi permintaan.

Salam untuk semuanya...
__________________

Rabu, 15 Oktober 2008

IHSG today 15 Oktober 2008




Semoga bermanfaat



(Diskusi) Kenaikan IHSG yang tidak wajar

Penurunan IHSG yang cukup tajam dalam 1 bulan terakhir ini dan diikuti kenaikan yang sama tajamnya juga pada perdagangan minggu ini. Apakahini merupakan indikasi bahwa sudah ada perubahan trend dari IHSG (Reversal sign) atau hanya sekedar gerakan koreksi dari trend yang sebenarnya (bearish)  silahkan sumbang sarannya terhadap pergerakan IHSg ini baik dari sisi fundamental ekonomi, politik, sosial budaya, maupun dari sisi laiinya seperti pola-pola (pattern ) yang terjadi, volume transaksi atau dari sisi behavioral finance.

Berikut hasil analisa saya (disclaimer on)




dari penjelasan-penjelasan diatas dengan menggunakan TA didapat kesimpulan sementara bahwa kenaikan IHSg saat ini masih dipenuhi keraguan sebagian besar investor. Investor mencoba mencari jalan yang lebih aman dengan menunggu kebijakan pemerintah RI selanjutnya. Serta langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menjaga stabilitas di sektor riil.

thks to: Mike P 

Selasa, 14 Oktober 2008

Field Report (Trading with hikkake at HSI and Nikkei)



Sedikit review dari penggunaan hikkake di berbagai mark
Hikkake sebagai pattern memiliki 2 fungsi:
1. Sebagai reversal signal
2. Sebagai continuation signal

Dalam metode trading yang saya gunakan hikkake sebagai reversal signal yang saya adaptasikan ke trading.
Jadi setiap terbantuk hikkake saya asumsikan market akan berbalik arah

Kelebihan:
Sangat bagus untuk menentukan turning point. Jika terjadi false signal bisa dikombinasikan dengan metode "Cut and double Switch"

Kekurangan:
untuk exit point tidak bisa menggunakan hikkake juga. Pada beberapa market diluar Saham, saya menggunakan acuan 3 x stop loss atau 50 point.

Pada contoh diatas untuk HSI walaupun setelah keluar hikkake (titik merah) market bergerak > 200 point, untuk take profit tetap saya ambil 50 point. Demikian juga di nikkei.

Yang paling penting adalah..Masih perlu pengamatan lebih lenjut di market yang sedang sideways.

Demikian sedikit "Field Report" Tentang hikkake pattern

Jumat, 10 Oktober 2008

High volatility market


Mengamati beberapa market pada perdagangan malam ini.
Baru kali ini semua market bergerak dengan volatilitas tinggi.
Pergerakan yang bener-bener tanpa rem sama sekali.
Pergerakan yang biasanya dilakukan dalam hitungan jam kini dilakukan hanya dalam hitungan menit.
Sepanjang pengalaman saya. Market akhir-akhir ini benar-benar wonderfull

ada rekan-rekan yang bilang ini October Surprise menjenlang Pemilu US bulan November nanti

Ada yang bilang ini ada bandar-bandar kelas dunia yang lagi perang. Rebutan lahan.

Yang paling penting jangan panik. Stay cool

Milis yang aneh

Milis yang aneh itu mungkin judul yang cocok untuk milis
http://finance.groups.yahoo.com/group/Berjangka_Derivatives/

Description

Ini merupakan forum untuk diskusi, promosi, sosialisasi, Lindung Nilai (hedging), berbagi info dan analisa tentang perdagangan berjangka & derivative market yang meliputi: Komodity (Palm Oil, Gold, Crude oil, Grain, Cocoa, dll), Stock Index (Nikkei, Hangseng, IHSG, LQ45, Kospi, Dow Jones, Nasdaq, S&P, TAIEX, Straits Times, dll), Forex (USD, EURO, JPY, IDR, CHF, dll), Resi Gudang, dan perekonomian global (Investasi, Moneter, inflasi, Rate, dll).

Tips: Hindari trading atas motivasi iklan/lowongan kerja, Karir, Pendidikan Luar negeri, Gaji/profit besar, dan Janji-janji para Bandar.
Himbauan: Para bandar Anggota BBJ, saatnya Stop mencari nasabah/lawan transaksi dari para pencari kerja (kasihan . . !!)

Deskripsi diatas ditulis di halaman paling depan, tapi justru isinya hanya diskusi-diskusi yang berat sebelah. Menyudutkan satu pihak. menggosipkan hal-hal yang tidak perlu.

Harusnya milis itu digunakan untuk berdiskusi hal-hal diatas. Tapi justru ketika ada orang yang mengajak diskusi hal-hal diatas justru dianggap sebagai duri dalam daging.

Harusnya milis digunakan untuk saling membangun. Tapi milis akhirnya digunakan untuk saling menyerang. Karena ada kepentingan sepihak. Dan mungkin adanya rasa "Sakit" yang dipelihara.

Wallahu'alam. sekedar masukan buat pengelola milisnya. Bersikaplah lebih objektif lagi. Dan arahkan milis ke suasana lebih kondusif dan lebih membangun. Benar-benar seperti yang dituliskan didepan milis, sebagai tempat belajar, bukan tempat untuk memojokkan suatu golongan.

Badai itu telah datang

Teringat diskusi dengan beberapa teman-teman Pengamat Teknikal Analisis sekitar 4 bulan silam, tentang keadaan ekonomi dunia tahun 2008 ini.

Berbagai sentilan menarik diungkapkan oleh rekan-rekan saat itu. Terutama kemungkinan-kemungkinan tentang jatuhnya pasar dunia. Saat itu jika kita berbicara di hadapan publik mungkin kita akan dianggap pembual. Akhirnya hasil diskusi malam itu hanya menjadi perbincangan kecil saja. Tapi buat kami yang berdiskusi itu adalah hal yang sangat besar.

diskusi itu hanya seolah menjadi mimpi, dokumentasi-dokumentasi grafik pada malam itu hanya menjadi dokumen yang memenuhi hard disk saja. Sempat juga terlontar diskusi ringan tentang hal itu lagi di berbagai kesempatan. Tapi dari kebanyakan orang hal itu cuman menjadi penyegar ingatan saja.

Hal-hal yang saat itu menjadi pembahasan menarik untuk diperbincangan adalah:
1. Kemungkinan Eur/USD menyentuh level 1.3000
2. Kemungkinan GPB/USD menyentuh level 1.5000
3. Kemungkinan USD/IDR menyentuh level 15000 atau lebih
4. Kemungkinan harga minyak akan menyentuh level US$ 140 per barel
5. Kemungkinan indeks dow jones akan jatuh ke level 7000
6. Kemungkinan indeks Hang Seng jatuh ke level 10000
7. Kemungkinan IHSG jatuh ke level 1300 atau ke level 700

well apapun namanya itu hanya berupa tebakan2 dan analisa-analisa sederhana saja dengan menggunakan TA. Mungkin banyak orang-orang akan mengatakan. Yah market memang sudah jatuh percuma juga saya menulis seperti diatas.

Yang jelas tulisan ini bukanlah suatu analisa tapi hanya sekedar opini pribadi. Bahwa badai itu sudah datang.

Suatu ketika saya pernah berdiskusi dengan beberapa teman. Tentang alasan-alasan kenapa USD/IDR bisa melaju ke level 15000. Alasan saya untuk orang-orang yang awam dengan TA saya cuman bisa mengatakan.

"Saat ini pemerintah mencoba menjaga stabilitas USD/IDR di bawah level 9500. Level terendah yang pernah dicapai USD/IDR dari tahun 2007 ada di level 8500. Jadi jarak dari 9500-8500 = 1000. Kenaikan yang terjadi keumungkinan adalah( 2 x1000) + 9500= 11500"

Dengan adanya cadangan devisa RI yagn cukup lumayan, seharusnya pemerintah bisa melakukan intervensi di level 9500 untuk mencegah USD/IDR melaju ke 10000. Jika saat USD/IDR menembus level 9500 hanya indonesia saja yang krisis. Saya rasa tidak masalah. Yang jadi masalah jika terjadi ditengah2 krisis yang laiinnya. Jika hal kedua yang terjadi. Intervensi yang dilakukan pemerintah justru akan memperkeruh suasana. Jika pada saatnya pemerinta harus intervensi lagi. Pelurunya sudah semakin tipis.

Kenapa saya mengatakan hal itu? Sederhana saja, intervensi berrarti meningkatkan likuiditas, likuiditas meningkat para spekulan dan pelaku pasar semakin mudah menemukan lawan. Sedang jika pada saat itu pemerintah dengan intervensinya hanya bertindak sebagai penerima harga yang pasrah saja, maka bisa semakin dipastikan USD/IDR akan semakin jatuh.

Begitu juga dengan market saha. Perintah untuk buyback saham-saham dengan fundamental yang bagus di sisi lain saya justru melihat bahwa itu kesempatan buat orang2 untuk menjual sahamnya dan sekaligus memenfaatkan peluang mumpung ada orang yang mo beli dan menanggung resiko. Bisa dipastikan bahwa antrian pada bagian "Offer" pasti akan lebih tebal, sedang antrian disisi "Bid" hanya pemerintah saja. Nextnya sudah jelas.. harga akan semakin terpuruk

Yah ini juga namanya opini lebih baik anda tidak percaya 100% begitu saja terhadap tulisan ini.

Rabu, 08 Oktober 2008

IHSG Next Level (Updated 10.15, 8 Oktober 2008)



Pada gambar di atas dengan menggunakan metode Stop and Reverse level
ditemukan bahwa IHSG berada pada kondisi strong bearish. Area di bawah level 1600 disebut area strong bearish ditandai dengan garis-garis horisontal berwarna merah yang ditarik dari peak level dari tahun 2005

Sedang area rebound di bawah level 1350 ditandai dengan garis-garis horisontal berwarna hijau yang ditarik dari tahun 2005. Area ini merupakan area bullish probabilitas bullsih jika harga menyentuh area ini sebesar 67%.

Semoga bisa membantu

Selasa, 07 Oktober 2008

BEI Watchlist with Inside Bar (waiting for Hikkake)

Berikut saham2 yang patut diamati dengen menggunakan Hikkake Pattern
Step 1 dari hikkake yaitu "Inside bar" sudah terbentuk pada perdagangan hari ini
Untuk "inside bar" Lihat bar terakhir pada perdagangan hari ini.
Karena market berada kondisi bearish kondisi yang terbentuk adalah Lower high dan Higher low dibanding hari sebelumnya

Menunggu step berikutnya dengan terbentuknya false breakout.

BBCA, AISA, BBNI, BKSL, BLTA, BMRI, CMNP, CPIN, FREN, RMBA, TKIM