New Website www.trend-traders.com

Website baru dengan
bisa dibuka di:
http://trend-traders.com/

The Trend Trader

The Trend Trader

Senin, 29 Desember 2008

Belajar dari kesuksesan dan kekalahan (The FAST Trader)

Kesuksesan dan kekalahan dalam trading adalah hal sama dan berjalan seirama.
Kesuksesan dalam trading adalah suatu cobaan apakah kita bisa mengulang kesuksesan itu untuk kedua kalinya?
Kekalahan dalam trading juga tidak jauh berbeda, kita haru ibs belajar untuk tidak mengulang kekalahan itu!

Ketika kita tahu alasan-alasan kita bisa menang di dalam market, maka kita tidak akan bisa mengulang kemenangan itu untuk kedua kalinya!
dan begitu juga sebaliknya kita akan tetap kalah dalam trading jika kita tahu alasan-alasan yang membuat kita kalah!

Kuncinnya bukan pada menang kalah dalam trading, tapi memaknai setiap transaksi yang kita lakukan dan belajar dari setiap transaksi yang kita lakukan.

Ibarat orang buta yang berjalan dalam rumah, pada putaran pertama dia masih meraba-raba alur ruangan tersebut..Nabarak-nabrak sedikit wajar sekali karena itu area yang baru, bahkan perlu kita papah dan kita beri instruksi untuk menjaga agar dia tidak memecahkan suatu benda sperti vas dansebagainya. Tapi setelah 10 kali memutari ruangan, orang buta tersebut tanpa harus dipapah dan diberi instruksi bahkan tanpa harus merapa-raba lagi pasti sudah bisa jalan-jalan dengan lancar di dalam ruangan itu. Mereka belajar dari tiap langkah yang mereka lakukan agar pada putaran berikutnya mereka bisa menghindar dari kesalahan-kesalahan dari putaran sebelumnya.

Harta kita adalah suatu "Amanah" yang dititipkan oleh Sang Pencipta agar kita bisa membantu orang lain. Menjaga "Amanah" agar harta itu menjadi sesuatu yang membawa berkah bagi semua orang kita harus belajar untuk memelihara harta itu dan menjaga harta itu. Ketika kita bisa menerapkan konsep ini dalam trading dan mampu menjaga Amanah tersebut maka sebenarnya harta yang kita miliki adalah milik Tuhan dan ada sebagian hak orang lain dari harta itu. Belajar dari setiap kekalahan dan kemenangan dalam trading adalah suatu perwujudan tanggung jawab kita terhadap harta yang di "amanah" kan kepada kita.

Ada pengalaman menarik ketika saya sedang makan di warung kecil 1 hari yang lalu. Saat itu kondisi sedang hujan lebat dan saya berteduh di warung pinggir jalan sambil makan minum seadanya, saya lontarkan pertanyaan kepada bapak penjaga warung "Pak dari sore khan udah hujan selebat ini, tapi koq bapak masih tetep buka warung pak? Tidak takut warungnya gak laku pak?"

Jawaban yang diberikan bapak itu benar-benar menyentuh hati saya "Hujan dan rejeki itu urusan Tuhan mas! Urusaan saya saat ini yah menyeduh kopi untuk mas!". Hmmm saya jadi berpikir kadang kita memikirkan sesuatu yang besar diluar kehendak dan kemampuan kita tapi kita lupa memikirkan hal-hal kecil disekitar kita yang masih dalam jangkauan kemampuan kita.
Berpikir untuk merubah arah market adalah diluar kehendak saya, yang bisa saya lakukan adalah menjaga agar setiap posisi yang saya ambil di market dilakukan dengan benar dan sesuai dengan arah market.

Special thks to: Mr. Yusuf & Mr. Imran

Jumat, 26 Desember 2008

Determining support & resistance (Part 2)



1. High Low Sebelumnya




2. Gap




3. Emosional poin





4. Trendline

Determining support & resistance (Part 1)











Thks to: Martin Pring (www.pring.com)

Kumpulan Riset Sekuritas 26 12 08

BNIS 26 Complete Report Desember 2008

Paramitra Fokus Pagi 261208
Panin Complete Report 261208
Henan 261208
Trimegah complete report 261208
Asia daily news 261208
Reliance daily insight 261208
__________________

Gathering Yogyakarta & Semarang

Karena kebetulan tanggal 27-28 saya avaliable di Jogja,

Atas beberapa permintaan rekan-rekan maka akan diadakan Gathering dengan tema:
"Outlook Market 2009 dari Sudut pandang wave analysis"
- Materi tambahannya:
-Determining Trend Reversal with Chart Pattern
- Short Term Trading technique at Stock, forex, & Index



Hari: Minggu 28 Desember 2008
Waktu : Jam 1 siang
Tempat:
Kantor Asia Berbagi
Ruko Perwita Regency B8, Jl. Parangtritis km 4,5 Yogyakarta
Phone: (0274) 9324186
Contact person di Yogyakarta : 085643329217 (enils) atau saya di 085225367151 (Adit)


Untuk Acara di semarang sedianya akan diadakan pada:
Hari : Senin 29 Desember 2008
Waktu : Jam 4 Sore
Tempat : Masih Tentative (Kalau mau agak santai bisa di rumah saya)
Contact Person : Aditya (085225367151)


Kalau ada pertanyaan dan pendaftaran bisa contact saya by email, YM, atau phone

Rabu, 24 Desember 2008

Web Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (www.aati.or.id)



Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI) didirikan pada tanggal 6 Mei 2000 di Jakarta atas prakarsa beberapa analis teknikal yang aktif berkarya di berbagai institusi keuangan Indonesia. AATI berafiliasi ke International Federation of Technical Analyst (IFTA)


Sejarah Singkat

Berdirinya AATI berawal dari rekomendasi beberapa anggota IFTA pada tahun 1995 kepada seorang analis teknikal Indonesia, Mochammad Yusuf, untuk membentuk masyarakat analis teknikal Indonesia yang berafiliasi ke IFTA.

Kemudian dibentuklah ‘panitia kecil’ untuk melaksanakan rekomendasi tesebut.
Sebagai langkah awal menuju pembentukan organisasi profesi analis teknikal, panitia kecil ini berupaya mengumpulkan informasi dan mendata analis-analis teknikal yang ada di Indonesia.

Melalui proses yang cukup panjang dan berliku, akhirnya pada tahun 2000 terkumpulah beberapa analis teknikal yang bersepakat untuk mendirikan suatu organisasi profesi yang bernama Asosiasi Analisis Teknikal Indonesia (AATI).

Sejak tahun 2000 ini pula, AATI berusaha menjalin kembali komunikasi dengan IFTA untuk menjadi anggota, terutama berkaitan dengan syarat-sarat keanggotaan dalam organisasi analis teknikal internasional itu. Dan akhirnya pada tahun 2004, AATI mengajukan aplikasi resmi ke IFTA.

Latar Belakang

* Perkembangan pasar finansial semakin dimanis dan kompleks
* Keterbatasan publik dalam mendapatkan pengetahuan dan informasi yang memadai untuk memahami prilaku pasar.
* Diperlukan suatu pendekatan yang mudah dipahami oleh masyarakat finansial pada umumnya.
* Pendekatan Analisis Teknikal telah menjadi bahasa pengambilan keputusan transaksi pasar finansial yang mendunia.
* Diperlukan suatu wadah rujukan yang dapat mengakomodasi kebutuhan para pengguna Analisis Teknikal di Indonesia

Visi & Misi


Visi

  • Menciptakan masyarakat sadar investasi
  • Mewujudkan masyarakat investasi keuangan yang dapat mengantisipasi perubahan pasar finansial yang dinamis dalam tatanan global.
  • Mewujudkan komunitas analis teknikal yang memiliki integritas tinggi, bertanggung jawab serta berkemampuan mengantisipasi setiap perkembangan pasar keuangan yang dinamis.

Misi

  • Memasyarakatkan penggunaan Analisis Teknikal di Indonesia
  • Mempromosikan kajian Analisis Teknikal Indonesia dalam masyarakat investasi keuangan
  • Menjalin hubungan kerjasama yang harmonis antara analis, pialang, trader

Kronologi Berdirinya AATI


Our first contact with IFTA began in 1994.
It started by Mr. Mochammad Yusuf who was a staff of Treasury Department in Bank International Indonesia. He used to published his forex technical analysis in Reuters (page BIKA) and Telerate (page 9090-9093). He made some contact to other analysts locally and globally.

One of his contact, Mr. Mc. Fenney, informed there is dan international TA society called IFTA. Then, Mr. Yusuf made some corresponded with IFTA people (Mr. Hiroshi Okamoto); and he was convinced to develop TA society in Indonesia.

At that moment, some Indonesian traders and analysts have been using technical analysis for couple decades before. They were diffused in some financial institutions especially in commodity and forex brokerage houses.

In 1995, Mr. Okamoto visited Jakarta and Mr. Yusuf carried out an informal gathering to welcome Mr. Okamoto and expose our intention to develop Indonesian TA society. Beside Mr Yusuf and Mr. Okamoto, the gathering was attended by Indonesian financial market functionaries, e.g.:
Hindarmoyo Kahinuiri, Head of YPPMI (Indonesian Capital Market Foundation)
Daniel Iskandar, Chairperson of Indonesian Investment Manager Association
Yasso Winarto, Head of Sigma Research

1995:

  • Mr. Yusuf attended Market East Conference in Kuala Lumpur;
  • A small group of technical analysts were preparing Indonesian TA institution, they were Mochammad Yusuf, Inderahadi Kusuma (AFEC Analyst / independent trader), and Gideon Lapian (Sr. Research of forex brokerage house). This group became the first Committee.


1996:

  • As a response of 1995's informal gathering YPPMI invited Mr. Yusuf to promote TA to "Jakarta's blue-chips" corporate secretaries;
  • AFEC Research (ANTARA Indonesian News Agency Research) sponsored to introduce TA to corporate finance and fund investment managers;
  • The Committee were collecting data of financial market participants who were practicing TA regularly and seriously. Some of them were asked to share the idea of TA society development.
  • Yusuf attended IFTA Conference in Australia

1997-1998:

  • Financial Crisis hurted Indonesian Political-Economic very badly while the society have not improved significantly. The Committee activities relatively stuck.
  • However, one of Committee member, Gideon Lapian (Research Staff of an Danasakti Securities) contacted Mr. Smyrk and Mr. Okamoto. asking more information about IFTA membership and DITA.


1999-2000:

  • The committee were trying to reorganize itself and reconsolidating some TAs in order to form an society institution.
  • There was a good news in stock market Jakarta. Before Financial Crisis era, it's hard to find TA in any securities company; but in 1999 TAs demand was very high in securities company. TA Introduction course for Jakarta stock market grew sporadically.
  • Supported by Indonesian stock-brokers association (IPEI), the Committee and some stock market analysts gathered in IPEI Secretariat. After several meetings involving other TAs, this group of TAs, which were not less than 15 persons, committed to established Indonesian TAs society.
  • In May 2000, Indonesian Technical Analysts Association (ITAA; in Bahasa Indonesia: Asosiasi Analis Teknikal Indonesia=AATI) was established.
  • July 2000, AATI have a meeting with Prof Dr Faisal Affif, Deputy Rector of Paramadina University, to explore the possibility of developing TAs through the University resources.


2001:

  • AATI held seminar on TA in cooperation with ANTARA (Indonesian News Agency). Speaker: Mochammad Yusuf (AATI Chairperson)
  • September 10, 2001, AATI supported the Indonesian Stock-brokers Association in a three months training “Marketing for Brokers” whith TA as part of the curriculum. The training opened by a Senior Officer of the Indonesian Government and was attended by almost 200 brokers. Lecturers: M. Alfatih and Gideon Lapian
  • Occasionally, AATI members give TAs commentary in mass media (such as newspaper, magazine, radio, and TV).
  • In November AATI expand its network via email group in Yahoogroups called: milis-AATI.


2002:

  • The AATI mailing list become one of Indonesian technical analysis forum discussion and attract more participants to join; including economic institutions administrators, CEO of Indonesia financial market institutions , some public company executives and other market practioners.
  • In this open forum, we found many market participants who were using TA as their trading tools.
  • In August 2002, AATI held an informal meeting at Surabaya Stock Exchange (SSX) Office and attended by:
    - Hindarmoyo Kahinuri (CEO of Surabaya Stock Exchange)
    - Hasan Z. Mahmud (CEO of Jakarta Future Trading Exchange)
    - Mochammad Yusuf
    - Gideon Lapian
    - Hazairin (one of AATI member)
  • To strengthening AATI organization, we asked CEO of SSX and CEO of JFX to be AATI member of honour and they agreed to join with commitment to support the society. In AATI regular meeting on 27 September 2002, we agreed to add Board of Honour in AATI Organization Structure. Also the SSX and JFX agree to support AATI especially on TA Training for brokers/traders and journalists
  • On 29 August 2002, Mr. Hasan Z. Mahmud, as lecturer, invite AATI in his class at Institut Bisnis Indonesia (business education institution) to introduce TA approached in investment decision making.



2003-2004:

Aug-Sep 2003
TA Workshop at Equity Division of. Ekokapital Sekuritas.
Coordinated by M. Alfatih

October 2003
TA Training and Trading Simulation for Foreign Exchange at PT. Anugerah.
Trainers: M. Yusuf, Gideon Lapian, M. Alfatih and Inderahadi Kusuma.

13-15 January 2004
Stock Market National Competition and Seminar TA,
organized by Financial Student Society of Indonesia & StockBroker Dealer
Association & LIPI (Coord., M. Alfatih)

27 July 2004
Yogya Investor gathering, Introduction to TA by M. Alfatih

12 Aug 2004
Surabaya Investor gathering, Introduction to TA by M. Alfatih

21 Aug 2004
Bogor Investor gathering, Introduction to TA
(alf)

30-31 Aug 2004 Basic Training TA for Indonesian Stock Broker
Dealer Association (Trainer: Mochammad Yusuf)

Organisasi


Dewan Kehormatan

HM Sembiring (Direktur BEJ)

Hasan Zein Machmud (Direktur Utama BBJ)

Hindarmoyo K. Hinuri (Komisaris BNI Sekuritas)

Mustofa (PT Kim Eng/Komisaris PT BEJ)

Pardi Kendi (Forex Club)

Roy Sembel, PhD. (Pengajar MM Universitas Indonesia)

Djoko Wintoro, PhD (Direktur Riset Bisnis Prasetiya Mulya)


See Nothing

Hari ini begitu membuka Chart GBP/USD
Seolah-olah grafik tidak berbicara banyak lagi seperti yang telah terjadi di oil dan AUD/USD

Mencoba "Counting wave" tapi selalu kehilangan wave 4 dan 5, yang tersaji hanya wave 1,2 & 3 saja tidak pernah ada wave 4,5 ataupun wave A,B,C. Apakah sebenarnya hanya ada 3 wave saja?

Hmmm harus bersihkan hati dan pikiran dulu nih....biar kebuka lagi mata dewa nya jadi lihat grafik bisa clear lagi....







Foto Seminar 20 Desember 2008





Miss JH



me, hans , tasrul & JT


he..he...lagi pada serius nih...

Tasrul, JH, Hans & Me ...JSX Trader mana yah??



Foto bareng-bareng semua peserta

file lengkap disini

Kumpulan riset sekuritas 241208

Sarijaya daily news 241208
Sinarmas 241208
BNIS complete report 241208
HD Capital daily brief 241208
Paramitra fokus pagi 241208
Panin 241208
Henan 241208
Trimegah fokus harian 241208
Asia daily news 241208
Reliance 241208

Selasa, 23 Desember 2008

Kumpulan riset sekuritas 23 Desember 2008

Danareksa Daily watch, research & bond review 231208

BNIS Daily Report & Technical analysis
Kim eng daily news 231208
Bumi 171208 by Citigroup
DBS basic material 231208
Paramitra Fokus pagi 231208
HD Capital Daily Brief 231208

Valbury Daily News 231208

Panin Daily News, Teknikal analisis & Daily recomendation
Henan Daily News 231208
Trimegah fokus harian dan daily news 231208
Bhakti Daily news 231208
Asia daily news 231208
Reliance daily insight 231208

Senin, 22 Desember 2008

Oil & Aud/USD with wave analysis 221208






Kumpulan Riset Sekuritas 22 Desember 2008

Kim eng Daily News 221208
HD Capital Weekly Preview 221208
HD Capital Daily Brief 221208
BNIS Daily report & Technical analysis 221208
Panin News, rekomendasi & teknikal analisis 221208
Paramitra Fokus Pagi 221208
Minna Padi investama 221208
Henan Daily news 221208

Trimegah daily buletin & fokus harian 221208
Sinarmas Trading view, daily news pick of the day 221208
Bhakti berita harian 221208
Asia daily news 221208
Danareksa Daily watch & market reveiw 221208
Reliance Daily Insight 221208

Valbury weekly Desember 2008

IHSG Wave analysis (Optimistic Scenario)

Hasil renungan tengah malam semoga bermanfaat




Minggu, 21 Desember 2008

The Spiritual Trader (FAST Trader)

Hari ini dapat undangan mendadak untuk ngobrol2 bareng-bareng Pak Imran (Praktisi Wave Analysis) & Pak Yusuf (Ketua AATI).

Mendengar sharing banyak hal dari senior-senior yang 20 tahun lebih berkecimpung dalam dunia teknikal analisis baik nasional maupun internasional membuat saya semakin sadar, ada banyak hal-hal yang harus saya pelajari. Kata demi kata dan berbagai masalah yang dibahas membuka mata saya bahwa belajar "Trading" dan teknikal analisis adalah seperti belajar tentang hidup sendiri.

Berani Jujur terhadap diri sendiri adalah permasalahan utama dalam trading,dengan jujur terhadap diri kita sendiri akan banyak membuka misteri-misteri yang selama ini terlihat gelap. Bersih dalam hati, pikiran dan perbuatan adalah hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan seorang trader.

Satu hal yang harus saya akui untuk diri saya sendiri adalah, ternyata saya masih begitu lemah & masih harus banyak belajar lagi untuk membersihkan hati, pikiran dan perbuatan.
Setelah merenung sekian lama akhirnya saya berani untuk berkata jujur bahwa secara psikologis trading ternyata saya sedang "sakit", obrolan-obrolan sore tadi setidaknya telah membuat saya menjadi sedikit "waras" walaupun sebenarnya masih jauh dari arti "waras" yang sebenarnya.

Yah psikologi itu menjadi sakit ketika
1. Trading seolah-olah menjadi candu yang menempel badan kita atau
2. Trading justru membuat fisik kita menjadi sakit (deg-degan dsbnya)
3. Teknikal analisis membuat kita menjadi over confidence sehingga kita menjadi melupakan stop loss.
4. Tidak tahu alasan kenapa kita entry ke market dan kenapa kita bisa profit atau kenapa loss

Tidak ada hal lain yang bisa menyembuhkan ketiga penyakit diatas kecuali kembali berserah diri kepada sang Khaliq, berani untuk jujur bahwa kita lemah dan mulai membersihkan hati dan pikiran kita.

Trading adalah bagian dari realita bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi dan untuk menghadapi kita harus mengambil keputusan secara bijak. Ketika kita bisa memahami alasan kenapa kita menang Insya Allah kita akan bisa mengulang kesuksesan itu, tapi ketika kita bahkan tidak tahu alasan kenapa kita bisa kalah, maka kita tidak akan pernah menang.

Ketahuilah alasan-alasan kenapa kita menang atau kalah dalam setiap trading kita!Jadikan setiap trading yang kita lakukan benar-benar berharga, pahamilah, pelajari lagi, dan terapkan secara sungguh-sungguh.Percayalah bahwa semua prestasi dan kesuksesan yang pernah kita raih bukanlah prestasi kita!!! Tapi itu adalah prestasi Sang Khaliq.

Trend Analysis (Simple Peak & Trough Analysis)

Beberapa materi yang disampaikan pada Training tanggal 20 Desember 2008
Thks to: Mylri Team (www.mylri.com)


Jenis Trend dibagi menjadi 3:
1. Bullish
2. Bearish
3. Sideways





























Semoga bermanfaat