New Website www.trend-traders.com

Website baru dengan
bisa dibuka di:
http://trend-traders.com/

The Trend Trader

The Trend Trader

Minggu, 31 Agustus 2008

Cerita tentang market (hasil diskusi milis)

Code:
From: jsx_consultant 
Subject: [obrolan-bandar] Re: Market bercerita terhadap kita tentang sejuta kemungkinan
To: obrolan-bandar@ yahoogroups. com
Date: Sunday, August 31, 2008, 2:04 PM

An open mind technical analysis.... . very good pak Adit...

Embah mau nambahin tehnik untuk memperkecil RISK 30% yg
pak Adit sebut dengan menggunakan perhitungan EXPEXTED RETURN (ER).

Suppose analisa TA yang kita gunakan mempunyai pro****lity
70% untuk benar dan 30% salah. Artinya dalam 10 case yg SAMA,
kurang lebih kita menang 7 kali dan kalah 3 kali. Assume kalo
kalah atau menang adalah 10%.

Expected Return = 70% x 10% + 30%x -10% = 4%, jadi secara
jangka panjang kita menang 4% kalo kita pake TA secara
KOSISTEN.

Bagaimana kita bisa meningkatkan RETURN trading kita dari
case diatas:

Suppose kita gunakan kombinasi trading:
- Cut loss max 5% + Let the profit run, jangan buru buru
muncrat aja.

Maka Expected Return = penjumlahan dari (pro****lity x return or loss)
= 70% x 10% + 30% x (-5%) = 7 - 1,5 = 5,5%

Terlihat dengan penggabungan TA dan Tehnik trading yg KONSISTEN
maka ER meningkat dari 4% menjadi 5,5%.
Code:
From: Aria Bela Nusa 
Subject: [saham] RE: [obrolan-bandar] Market bercerita terhadap kita tentang sejuta kemungkinan
To: obrolan-bandar@yahoogroups.com
Cc: saham@yahoogroups.com
Date: Sunday, August 31, 2008, 5:01 PM

YUP – utk berhasil di mana pun jua – selaen skills (experience) , knowledge – tentunya perlu jg attitude yg lebih menentukan kalo menurut saya di antara ketiganya – utk tradings bisa ditambah2 lg 2 (dua) faktor utk menambah keberhasilan (chuan) itu :



· Hokkie (lucky trader) : Kalo ini menjelaskan knp ini hasilnya paling tinggi di antara sistem, teknik tradings yg ada – dg banyakan memperoleh hasil2nya krn kebetulan2 ‘aja



· Bakat (talent) : Kalo ini menjelaskan knp hasilnya jeblog2 ‘mulu – tapi masih tetep ‘aja tradings terus – malah ditambah2 ‘ama emosi (dicampur2 ‘ama napsu dlm tradings) + apalagi saya kira banyakan tidak poenya sistem, teknik tradings sendiri masing2 yg telah teruji2 tentunya (alias ikutan2 orang, pihak laen ‘mulu – tersandera, teperdaya tidak percaya ‘ama sistem, teknik tradings sendiri)



Mudah2an – dg meningkatkan kedua faktor di atas (attitudes) – kita bisa menambah keberhasilan dlm tradings (chuan) itu



Happy Chuan,



Aria

Market bercerita terhadap kita tentang sejuta kemungkinan

Market telah berbicara kepada kita melalui baik melalui fundamental analysis maupun melalui technical analysis.

Dalam satu harga diwaktu yang sama orang memiliki banyak intrepetasi terhadap harga tesebut.
Dalam satu grafik di periode yang sama market telah berbicara kepada kita tentang banyak kemungkinan untuk bisa entry ke market.

Sekedar contoh kasus saja (Market XAUUSD time Frame 4 Hour)


Pertama kali membuka chart ini ada beberapa hal yang muncul dalam benak saya, yaitu:
1. Ascending Triangle Pattern
2. Pola Triple Top.
3. Triangle dalam Oscillator/RSI
4. Wave dalam pola ascending triangle
5. Wave dalam pola Triangle di RSI

Grafik tersebut telah berbicara kepada saya tentang 5 kemungkinan dan 5 decision yang akan memberi berbagai macam intrepatasi kepada kita.
Kita coba bahas satu persatu deh biar bisa memberi gambaran apa yang telah terjadi.

1. Ascending triangle pattern
Seperti yang ada digambar diatas jika digambar dengan trendline terdapat pola Ascending triangle. dimana ada 3 Peak jika ditarik garis horisontal membentuk posisi horisontal line. sedang trendline lainnya dari bawah sebagai support membentuk posisi diagonal . Pola ini bisa berupa contuniation atau reversal, tapi dilihat dari posisi terakhir dari peak yang terjadi maka dari pola ascending triangle ini sudah break resistance dan confirm untuk buy. volume ketika harga menembs horisontal resitance juga memberikan konfirmasi yang positif. bahwa harga akan bergerak naik.

2. Triple Top
Pola selanjutnya yang nampak dalam mata saya adalah triple top. Pola ini memberikan peluang bahwa market akan bearish/turun


volume yang cenderung menurun ters dari awal peak triple top ini memberikan gambaran bahwa market akan cenderung untuk bearish. Kita bisa sell sekarang atau menunggu konfirmasi ketika harga menembus Troughs terakhir.

3. Triangle dalam RSI

Disisi lain ternyata ada seandainya saya berperan sebagai orang C ternyata saya melihat ada pola Triangle dalam RSI. Sekarang tinggal menunggu saat-saat harga break dari trendline yang saya buat. jika break keatas buy, break ke bawah saya akan sell, dilihat dari posisi RSI saja.

4. Wave dalam pola ascending triangle


Nah sekarang saya berperan sebagai Orang D. selain pola ascending Triangle ternyata saya melihat ada wave dalam pola tersebut. Saya beri kode ABCDE . posisi E memberi saya peluang untuk take buy position. Dengan Stop loss di bawah titik D dan take profit sepanjang jarak titik A-B. kalau seandinya kemarin saya berada pada posisi C mungkin sekarang ketika harga pada posisi D saya bisa melakukan buy position.

5. Wave dalam pola Triangle di RSI

Ok Next ketika saya berperan sebagai orang E ternyata saya melihat didalam triangle di RSI ada pola wave juga ketia saya gambar baru sampai di wave C mengarah ke D. Dari sini ada 2 skenario
a. Jika ketika harga menyentuh D dan volumenya canderung kecil dari bar sebelumnya maka saya akan buy.
b. Jika ketika harga menyentuh D dan vo,umnya cenderung lebih besar dari bar/candle seelumnya saya akan sell

Sudah ada 5 orang analis dengan pemikiran berbeda-beda dan beragam dan teknik analisa masing-masing.


Pertanyaan yang muncul pasti. Wah Asumsinya banyak banget. Satu, guru, satu ilmu sudah berbeda-beda asumsinya. Mana nih yang bener ??? Ok sebelum saya jawab saya akan beri 2 gambar lagi


6. Breakout Box
Sekarang saya menjadi orang F dengan metode breakout

gambar diatas hasil analisa saya jika menggunakan metode breakout. Saya akan buy jika harga break dari high price. Atau Keluar dari box ke arah atas . Dan saya akan mengambil posisi sell jika harga break low price, keluar dari box ke arah bawah.


7. Parabolic SAR

Ketika saya menjadi Mr. G saya menggunakan Parabolic SAR sebagai tools trading saya. Saya akan mengambil posisi sell saat ini.

Pertanyaan yang sama pasti akan muncul lagi dan bertambah bingung pastinya. Saya mau menulis jawabanya juga jadi bingung karena terlalu banyaknya gambar. Dan kemungkinan yang bisa saya ambil.

Wah kalau yang nulis aja bingung, apalagi yang baca nih!!!! ......Saya harus bersikap seperti apa nih??? Ada 7 teknik dari satu otak dan memberikan > dari 7 decision trading tentunya.

Pertanyaan yang paling berkecamuk dalam hati adalah. Mana yang benar dari ke tujuh teknik tersebut.???

Jawaban saya kesemuanya benar!!! Tidak ada yang salah karena tiap teknik mempunyai Aturan sendiri2 dan risk management masing-masing. Tidak ada yang salah dari ketujuh teknik tersebut, yang paling penting berikan reason dan alasan yang tepat dari masing2 hal tersebut.

Kalau kata guru-guru saya dan kebetulan tadi pagi saya telpon salah satu dari beliau. Saya utarakan argumen2 saya tentang berbagai hal di atas. Kami memiliki satu kesimpulan yang sama, ini adalah "The Art of Technical analysis"

Technical Analyisis memberikan probabilitas sebesar 70% untuk bisa menang di market. Sisany 30% adalah resiko yang bisa kita terima(acceptable & reasonable).

Disisi lain pasti ada pertanyaan lain. Pak saya sudah belajar technical analysis, sudah beli buku-buku yang mahal, sudah beli software yang paling canggih, sudah bertahun-tahun di market, tapi kenapa selalu loss terus???

Pertanyaan yang sama yang sring saya ajukan dalam diri saya. Jawabannya ada didalam hati masing-masing. Alasannya ada dalam pengalaman masing-masing. Tapi secara logis, yang jelas anda telah masuk dalam koridor 30% itu setiap anda trading. Adakah yang seperti itu??? Jawabnya ada!!

Khan saya sudah belajar TA dan berbagai teknik canggih. kenapa tetap masuk ke daerah 30% itu. Diskusi saya dengan Guru saya terhenti sampai disitu, kami sama-sama berpikir, bahwa apa yang telah kita lakukan pasti berimbas ke masa depan. Cara untuk menghilangkan 30% itu sederhana. Mulailah hidup dengan cara yang benar, dan berbagilah dengan sesama. Insya Alloh anda akan selamat dari yang 30% itu.

Itulah sebabnya saya semakin tertarik dengan technical analysis. Walaupun saya loss saya tidak salahkan TA. tapi saya akan salahkan diri saya sendiri. Pasti something wrong dengan diri saya ketika sama ambil posisi di market.

Apa yang saya tulis disini masih jauh dengan apa yang ada dibenak saya, Tapi semoga bisa mewakaili inti dari yang ingin saya sampaikan.

Kind Regards,

Aditya

Thks to my beloved friend : Kwee Cheng (http://stocksforliving.com/)

Jumat, 29 Agustus 2008

Market August 29 (Pattern Trading)

Mencoba Trading dengan menggunakan Traditional Pattern.

1. Nikkei Futures.
FLAG
Buy : 12995
SL: 12935
TP: 13070
Hasil: Take Profit done








2. KOSPI (Wedges)
Buy : 191.55
SL : 191.00
TP : 192.25
Hasil : Cut loss
Antisipasi Switch Double Lot
Sell : 190.95 (2lot)





Antisipasi Switch Double Lot
Sell : 190.95 (2lot)



3. HSI Futures (Wedges)



Kamis, 28 Agustus 2008

IHSG Today (Bearish signal?)



Berdasarkan signal Candle Stick..Dan fibonacci retracement
IHSG hari ini mentok di level 23,6% dan terbentuk bearish signal.
Pada kondisi seperti ini, jika terbentuk bearish signal di area golden ratio. Biasanya sangat manjur sekali.

Kita tunggu besok pagi

Rabu, 27 Agustus 2008

Double Top at HSI market (false signal)

HSI Futures sesi ke 2
ada 2 posisi entry sell

1. sell pertama di 21211 (reason HSI akan tutup Gap)
ternyata di metatrader kurang 10 point lagi gak kena take profit padahal di platform lain udh pada nutup gap

2. sell kedua di 21234 (reason ada bearish divergence pada RSI dan ada pola double top)



Stop loss di set di high price

Well ternyata ada false signal sehingga terpaksa cutloss dan Switch jadi buy 4 lot.
Berhubung harga runningnya cepet banget dan lupa pasang stop order jadinya yah slippage
stop lossnya di titik B
take profit sepanjang area A



ok the next situation

Chart Construction

Bagian ini akan membahas tentang beberapa hal yaitu
1. Jenis Chart
2. Market Commitment
3. Reading bar / candlestick chart
4. Candlestick pattern between theory and fact

itu dulu yang diposting biar pada penasaran.... :D :D

Selasa, 26 Agustus 2008

Some Criticism of Dow Theory

Dow Theory yang merupakan basic dari technical analysis, sangat bagus digunakan ketika market sedang trending apalagi jika diikuti oleh penambahan posisi seperti contoh dibawah ini


Seperti halnya teknik-teknik trend following yang dikembangkan oleh para Turtle Trader. Metode ini membutuhkan dana yang relatif besar. Dari contoh di atas Jika kita ingin trading HSI Futures paling tidak untuk membutuhkan dana Rp.140.000.000,- untuk dapat melakukan averaging posisi seperti teknik diatas.

Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa:
- Teknik ini akan bekerja dengan baik ketika market berada dalam kondisi trending sehingga kita bisa melakukan beberapa kali penambahan posisi.
- Pada kondisi market yang sedang ranging / sideways off cours kita justru akan buy at high price dan sell at low price. Akibatnya peluang untuk cut loss akan semakin banyak ketika market sedang dalam kondisi sideways. Mungkin kita bisa sampai 5,6, bahkan 10 kali cut loss sebelum menemukan kondisi trending.

Kritikan keras terhadap Dow Theory yang tidak boleh kita abaikan adalah bahwa pada setiap pergerakan market yang trending, rata-rata jika menggunakan teknik ini kita telah ketinggalan hampir 20% dari pergerakan market. Memang pada beberapa kasus belakangan ini sudah dikembangkan metode optimasi agar bisa memperkecil ketertinggalan pergerakan itu. Salah satunya dilakukan dengan memperkecil time frame.

Pada pengembangan Dow theory selanjutnya mulai muncul adanya elliot wave theory yang membagi trend menjadi tiga bagian yaitu wave 1,3, dan 5

Elliot Wave mencoba mengeleminir kelemahan-kelemahan dari Dow Theory.

Beberapa waktu yang lalu mendapat kiriman e-book dari teman yang mengkritik tentang Elliot Wave Theory tapi belum sempat dibaca. Ntar kalau sudah baca dan bica menerapkan isinya baru disharing.

Arithmetic & Logarithmic Scale

Ada pertanyaan sederhana dari rekan di Surabaya.
tentang kedua hal tersebut. Ternyata di buku sudah ada jawabannya. Karena ada pertanyaan itu jadi mulai membuka buku halaman demi halaman dan membaca kata perkata.

Perbedaan sederhananya seperti ini:


Sebelah kiri adalah Logarithmic Scale sedang sebelah kanan adalah arithmetic scale.
Pada Aritmetic scale jarak antar angka adalah sama. jarak antara angka 1 ke 2 adalah sama dengan jarak antara angka 8 ke 9

Sedangkan pada logarithmic scale walaupun jarak antara 1 ke 10 relatif sama tapi ada perbedaan mendasar dimana jarak 1 ke 2 sama dengan jarak 5 ke 10
Aplikasi ke grafik seperti ini

Senin, 25 Agustus 2008

An Introduction to Forex Trading

Permintaan dari beberapa rekan-rekan yang datang pada Gathering kemarin.

Berikut materi introduction untuk FOREX market (dalam bahasa Indonesia)
Semoga bermanfaat.

Ditunggu kritik dan sarannya
download disini

Some Criticism Of The Technical Approach

Mencoba membuka mata terhadap berbagai kritik terhadap Teknikal Analisis

Analisa Teknikal seperti sudah kita ketahui sebelumnya merupakan suatu tekhnik analisa yang digunakan untuk memprediksi trend harga dengan cara mempelajari harga masa lalu dengan mendasarkan pada tiga hal : Harga, Volume dan Open Interest.

Dow theory sebagai dasar dari teknikal analisis menyebutkan bahwa ketiga hal tersebut telah mencerminkan banyak faktor fundamental dan psikologis dalam market.

Banyak Teknik yang digunakan dalam teknikal analisis, mulai dari Chart Pattern, Intermarket Korelasi, Bussiness Cycle, Regression,etc.

Beberapa kritikan yang sering dilontarkan seputar teknikal analisis.
1. "Grafik/chart seringkali memberitahu kepada kita tentang apa yang sedang di market, tapi tidak bisa memberitahu kemana harga akan bergerak. Karena grafik sangat bagus untuk memprediksi harga di masa lampau" (Peter Lynch)

2."Buy & Hold Strategy adalah hal terbaik yang dapat dilakukan, tidak perlu ada upaya untuk mengalahkan market" (Random Walk Theory)

3. "Chart Pattern merupakan hal yang subjektif tergantung pemikirin masing-masing orang"

4. "Sangat sulit untuk membuktikan metode-metode dalam teknikal analisis secara konsisten" (Eugene Fama)

5. "Teknikal analisis adalha suatu hal yang haram dalam dunia akademis (anathema), karena berdasarkan teori EMH (efficient market hypothesis), dalam kondisi market yang Weak Form Efficiency, kita tidak dapat memprediksi harga suatu market berdasarkan harga di masa lalu" (Burton Malkiel)

6. "Teknikal analisis tidak akan berguna ketika kita membalikkan grafik tersebut , dan jika grafik bisa merefleksikan harga di masa lalu maka pustakawan akan menjadi orang yang terkaya didunia" (Warren Buffet)

7. "Apabila suatu harga dapat dengan cepat menggambarkan seluruh informasi yang berkaitan, maka tidak ada suatu metode ( termasuk analisa teknikal) dapat "melawan pasar" (Efficien Market Hypothesis)

Kamis, 21 Agustus 2008

Dow Theory & Elliot Wave Theory

Ulasan-ulasan tentang Dow Theory udah cukup panjang dan mungkin sudah menjadi membosankan.

Well, actualy Dow Theory merupakan basic dari Technical analysis. Pengembangan lebih lanjut dari Dow Theory adalah Elliot Wave Theory. Seperti yang sudah kita ketahui semua Dow Theory memiliki kelemahan ketika market sedang sideways, pengembangan lebih lanjut untuk mengeleminir area-area sideways ini dapat dilakukan melalui berbagai cara. salah satunya melalui Ellliot Wave.

Elliot Wave menyediakan teknik-teknik investigasi untuk market-market yang sideway, untuk market trend, investigasi contuniation pattern atau reversal pattern.

Sebelum masuk ke Wave Analysis ada beberapa hal yang harus dimengerti terlebih dahulu.
1. Pemahaman dasar tentang terbentuknya pattern2 dasar dari Elliot Wave.
2. Pemahaman bahwa "volume confirm the price"
3. Fungsi Oscilator indicator dalam wave analysis (convergence dan divergence)
4. Get into the real wave analysis

Rabu, 20 Agustus 2008

Klinger Volume Oscillator

Ada pertanyaan menarik dari rekan Forum tentang

Klinger Volume Oscillator

setelah search di internet
dapat result seperti ini



The Klinger Oscillator (KO) was developed by Stephen J. Klinger. Learning from prior research on volume by such well-known technicians as Joseph Granville, Larry Williams, and Marc Chaikin, Mr. Klinger set out to develop a volume-based indicator to help in both short- and long-term analysis.

The KO was developed with two seemingly opposite goals in mind: to be sensitive enough to signal short-term tops and bottoms, yet accurate enough to reflect the long-term flow of money into and out of a security.

The KO is based on the following tenets:
  • Price range (i.e. High - Low) is a measure of movement and volume is the force behind the movement. The sum of High + Low + Close defines a trend. Accumulation occurs when today's sum is greater than the previous day's. Conversely, distribution occurs when today's sum is less than the previous day's. When the sums are equal, the existing trend is maintained.
  • Volume produces continuous intra-day changes in price reflecting buying and selling pressure. The KO quantifies the difference between the number of shares being accumulated and distributed each day as "volume force". A strong, rising volume force should accompany an uptrend and then gradually contract over time during the latter stages of the uptrend and the early stages of the following downtrend. This should be followed by a rising volume force reflecting some accumulation before a bottom develops.
  • By converting the volume force into an oscillator representing the difference between a 34-period and 55-period exponential moving average with a 13-period trigger, the force of volume into and out of a security can easily be tracked. Comparing this force to price action can help identify divergences at tops and bottoms.

Interpretation

Mr. Klinger recommends the following guidelines for using the KO:

  1. The most reliable signals occur in the direction of the prevailing trend. Strict stop guidelines (i.e., failure to penetrate the zero line or a violation of the trigger line) should remain in force.
  2. The most important signal occurs when the KO diverges with the underlying price action, especially on new highs or new lows in overbought/oversold territory. For example, when a stock makes a new high or low for a cycle and the KO fails to confirm this, the trend may be losing momentum and nearing completion.
  3. If the price is in an uptrend (i.e., above an 89-day exponential moving average), buy when the KO drops to unusually low levels below zero, turns up, and crosses its trigger line. If the price is in a downtrend (i.e., below an 89-day exponential moving average), sell when the KO rises to unusually high levels above zero, turns down, and crosses its trigger line.

While the KO works well for timing trades in the direction of the trend, it is less effective against the trend. This can create problems for the trader trying to "scalp" a trade against the prevailing trend. However, when the KO is used in conjunction with other technical indicators, better results can be achieved. William's %R is recommended for confirming an overbought/oversold price condition and Gerald Appel's MACD is recommended for confirming the short-term direction of price.

Tip

Stephen Klinger suggests the following formula for viewing the cumulative flow of money into and out of a security:

cum(kvo())

Plot a 13-period moving average of the formula as a trigger line for entering buy and sell trades.

source codenya untuk trade station

Type: Function, Name: VForce

Vars: TSum(0), Trend(0), DM(0), CM(0);

TSum = High + Low + Close;
IF TSum > TSum[1] Then

Trend = 1
Else
Trend = -1;
IF Trend = Trend[1] Then
CM = CM + Range
Else
CM = Range + Range[1];
IF CM <> 0 Then
VForce = Volume * AbsValue(2 * (DM/CM) -1) * Trend * 100;





Type: Function, Name: KVO

Inputs:
FastX(Numeric),
SlowX(Numeric); Vars:
FXAvg(0),
SXAvg(0);

FXAvg = XAverage(VForce, FastX);
SXAvg = XAverage(VForce, SlowX);
KVO = FXAvg - SXAvg;


Type: Indicator, Name: Klinger Volume Oscillator

Inputs:
FastX(34),
SlowX(55),
TrigLen(13),
Smooth(1);

Vars:
Trigger(0);Trigger = XAverage(KVO(FastX, SlowX), TrigLen);IF Smooth <= 1 Then Begin Plot1(KVO(FastX, SlowX), "KVO"); Plot2(Trigger, "KVO Trigger"); End Else BeginPlot1(Summation(KVO(FastX, SlowX), Smooth), "KVO"); Plot2(Summation(Trigger, Smooth), "KVO Trigger"); End; Plot3(0, "Zero"); IF Plot1 Crosses Above Plot2 OR Plot1 Crosses Below Plot2 OR Plot2 Crosses Above Plot3 OR Plot2 Crosses Below Plot3 Then Alert = True;


rumus untuk metastock

_SECTION_BEGIN("KVO");
// Klinger oscillator indicator
signal_period = Param("Signal Period",13,0,300,1);
hlc = High + Low + Close;
dm = High - Low;
cm = 0;
trend = 0;
for( i = 1; i < newtrend =" trend;"> hlc[i-1])
newtrend = 1;
if (hlc[i] < newtrend =" -1;" trend ="="" cm =" cm" cm =" dm[i-1]" trend =" newtrend;" cm ="="" kvo =" EMA(vf," kvosig =" EMA(kvo,">


Amibroker Formula (Thks to Imam)
a=H+L+C;
Trend=IIf(a > Ref(a,-1), 1,-1);
//dm = daily measurement
dm = H - L;
//cm = cumulative measurement
Cm = Cum(dm);
Cm = IIf(trend=-1,Ref(Cm,-1)+dm, Ref(dm,-1) + dm);
//Vf=Volume Force
Vf= V * (2 *( dm/Cm -1)) * trend * 100;
//KO = Klinger Oscilator
KO = EMA(Vf,34) - EMA(Vf,55);
//menggambarkan KO
Plot(ko,"KO",colorBlue,styleLine);
//menggambarkan Trendline
TL = EMA(KO,13);
Plot(TL,"TL",colorRed,styleLine);


ada yang bisa bantu convert ke Metatrader?



Selasa, 19 Agustus 2008

8 rules for analyzing Volume(By Hans)

From: Hans
To: My_LRI@yahoogroups.com; obrolan-bandar@yahoogroups.com; saham@yahoogroups.com; investium_saham@yahoogroups.com; Milis-AATI@yahoogroups.com; metaStock-id@yahoogroups.com
Sent: Monday, August 18, 2008 22:02:40
Subject: [obrolan-bandar] Understanding Volume & open Interest

Dear all

Wah diskusi yang sangat bagus dari Pengamat Market dan JSX Trader. Ikut nimbrung ya…

Saya berpendapat volume dan Open Interest menunjukan sebuah pisikologi pasar, dimana hal ini menunjukan partisipasi pelaku pasar untuk sebuah pergerakan harga.

Dalam Analisa Teknikal Price dan Volume tidak bisa dipisahkan. Karena hanya melakukan analisa terhadap harga kadang ditemukan beberapa kerancuan dan kesulitan mengartikan arah pasar. Dengan mengamati pola harga dalam jangka waktu tertentu serta satu persatu candle, maka harga itu akan bercerita pada kita apa yang sedang terjadi di pasar. Tetapi dengan tidak memasuakan volume maka hasil yang didapat rancu dan kadang kala salah.

Volume sendiri seolah-olah pisau bermata dua dalam sebuah pergerakan harga. Kadang pergerakan turun harga dan terjadi peningkatan volume dapat punya arti kuatnya trend turun, tetapi kadang berarti berakhirnya trend turun. Yang menjadi perhatian kita adalah posisi volume dan peningkatan volume itu.

Saya berpendapat menganalisa volume itu dapat menlalui volume pada satu periode tertentu atau volume pada satu hari atau time frame lainnya. Berikut analisa volume karena kita baru saja melewati 08-08-08 maka saya attach kan 8 teknik analisa volume

terima kasih

Hans

Click for enlarge

Delapan teknik analisa vol yg di attach Pak Hans layak untuk di save for future reference..., banyak pertanyaan kepada saya ttg volume berkaitan dengan teknik perbandaran yg suka memanipulasi volume. Secara ringkas kira-kira berikut padangan saya;


Banyak yang meyakini volume dapat di 'ciptakan' sehingga validitasnya meragukan dan bisa dipakai untuk 'MENJEBAK, Saya katakan YES.., ya bisa menjebak jika kita hanya melihat besar & kecil volumenya saja..., Akan tetapi Esensi dari Volume Analysis adalah mengukur Supply & Demand, bukan sekedar melihat besar kecilnya saja..., jangan lupa bahwa Bandar/FM/Big Money/Retailer dll. adalah bagian dari Supply & Demand itu sendiri, oleh karenanya tentu tetap bisa diukur.

As a matter of fact, perkembangan yang terjadi dalam Volume Study adalah untuk MENDETEKSI pergerakan para Big Player..., Karena sizenya yg besar, sulit bagi mereka untuk tidak meninggalkan Foot Print..., Volume Study dapat memberikan CLUE aktivitas apa yg sedang mereka lakukan dan clue tersebut sangat VALUABLE bagi seorang Trader..., Why? Karena meskipun keputusan mereka BELUM TENTU BENAR, namum bagi seorang trader YOUR BEST BET dalam melakukan trading activity adalah follow the Big Player.

Karenanya saya tetap meyakini Volume Analysis tetap dapat bekerja dengan baik pada suatu saham atau index, regardless di bandarin atau tidak, yang terpenting saham tsb cukup likuid.

Salam,
JsxTrader

Volume and Open Interest at OIL



Ada pertanyaan menarik dari salah satu rekan di milis

From: obrolan-bandar@ yahoogroups. com [mailto:obrolan- bandar@yahoogrou ps.com] On Behalf Of Dean Earwicker
Sent: 18 Agustus 2008 23:54
To: obrolan-bandar@ yahoogroups. com
Subject: [obrolan-bandar] Understanding Volume & open Interest

Pak Adit dan pak JT

Boleh di share, dibawah ini adalah chart minyak, di bagian bawah ada data volume dan open interest (line chart merah).

Bisa dianalisa terutama OI, kok garisnya kayanya "teratur"..

Regards,
DE





Berikut jawaban yang diberikan JSX Trader

Volume Crude Oil sejak highest ever, daily average-nya masih dibawah daily ave saat uptrend terakhir, ini mengindikasikan tenaga yg mendorong harga kebawah tidak sebesar tenaga saat harga terdorong keatas. Trend vol juga cenderung turun…, Meskipun uptrend line sudah patah tapi jika melihat volume tampaknya masih belum bisa dikatakan downtrend (long term). So far masih masuk category retracement dengan downside target terdekat 110…, jika level tsb tembus dan ave daily vol naik, it would be a different story.

Kalau Open Interest saya ngga begitu ngikutin, mungkin Pak Pengamat Market lebih tau banyak.

JsxTrader


Kalau untuk jawaban dari saya cukup sederhana dan dalam bentuk gambar





3rd Gathering Forum Trader & Investor Indonesia

3rd Gathering Forum Trader & Investor Indonesia

Saturday 23rd August 2008
13.00 WIB/ Jam 1 siang



Tempat:
Megahtama Meeting Rooms
jln. Dr. satrio no. 164 menara standart chartered lt. 18



Materi sharing minggu ini:
Introduction to Elliot Wave Theory
Trading with elliot Wave Theory
Pemibcara: Mr. Imran S. Dalimi

- The principles of Wave Theory
- Elliot Wave Pattern
- Reading the Chart pattern
- Trading with elliot wave
- Aplikasi elliot wave ke market (Saham, Forex)


Sekilas tentang pembentukan forum ini

Forum ini terbuka untuk umum dan merupakan non profit organization. Semua pelaku pasar mulai dari trader, investor, marketing, dsbnya dapat bergabung dan saling sharing pengetahuan disini. Tanpa memungut bayaran dan dipungut bayaran.

Beberapa hal yang dapat di sharing di forum ini misalnya
Stock (Saham), Stock Options, Stock Index, ETF, Forex, forex Options, Commmodites (Oil, gold, CPO, cocoa,tin, etc),wealth management, teknikal analisis, fundamental analisis, Trading system, Wealth management dsbnya.


Tujuan pembentukan forum
1. Sharing pengetahuan antar anggota (Saham, ETF, options, forex, commodities, Wealth management, etc)
2. Metode Trading Revealed
3. Sharing pengalaman dari masing-masing anggota.
4. Membentuk komunitas trader & Investor yang memiliki pengetahuan memadai dalam dunia investasi
5. Memberi wacana baru terhadap dunia trading
6. Bakti sosial, etc


Contact Person:
Adit (0878 3232 0 999)
Iskandar (08170846383)

or contact me by
YM: kalipatullah@yahoo.com (adit)
m2rv_11@yahoo.com (iskandar)

NB: Thanks untuk para donator acara ini
Daftar donatur bisa dilihat di
http://matadewa0999.blogspot.com/200...gathering.html

This post originally posted at:
http://forum.detik.com/showthread.php?t=51466

Senin, 18 Agustus 2008

The FAST Trader

Bulan April lalu kebetulan ada kesempatan ngobrol dengan senior-senior Trader yang sudah exist lebih dari 20 tahun di market.

Banyak hal baru yang bisa didapat dari kongkow-kongkow sampai pagi tersebut.

Satu hal yang melekat di hati saya adalah ketika sampai pada pembahasan tentang metode FAST (Fatonah Amanah Sidiq dan Tabligh). FAST adalah sifat-sifat utama Nabi Muhammad yang sudah dimiliki jauh sebelum Beliau diangkat menjadi Rasul.

Hubungan antara FAST dengan kehidupan sehari-hari sangat dekat. Tapi jika dikaitkan dengan dunia trading akan menjadi suatu sinergi yang sangat penting.

Ok. Lets start the disuccion
Secara umum ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam trading yaitu:
1. Berita, isu, rumor / fundamental analisis

2. Teknikal analisis yang mengatur di titik mana kita akan entry ke dalam market dan di titik mana kita akan exit.

3. Risk management / Money management. MM merupakan hal sederhana tapi sering terlewatkan dalam trading. tidak ada salahnya sebelum memulai trading kita harus membuat komitmen tentang seberapa besar kita siap menanggung risk. Komitmen tersebut pada akhirnya akan menentukan strategy trading yang akan kita pakai

4. System trading/Trading Strategy. Merupakan kumpulan dari analisa yang sudah kita buat dipadukan dengan risk management yang sudah kita atur sedemikian rupa. Trading strategy ini merupakan salah satu cara agar kita bisa lebih konsisten dan disiplin ketika trading.

5. Psikologi Trading. Faktor psikologi dalam trading memiliki peran yang sangat signifikan dalam trading. Untuk bisa menjadi trader yang sukses, konsisten profit dan disiplin harus memiliki psikologi dan mental yang baik dulu.


Introduction to "FAST" Trader

Seorang Trader selain dituntut untuk belajar dan menguasi teknik-teknik trading. Secara mental psikologis diharapkan memiliki tabiat dan perilaku seperti yang dimili oleh Para Nabi dan Rasul yaitu:

F = Fatonah --> Pintar
A = Amanah --> Memegang janji
S = Sidiq --> Benar/Jujur
T = Tabligh --> Menyampaikan apa adanya

FATONAH
Secara harfiah Fatonah diartikan dengan pintar tapi jika ditelaah lebih jauh Fatonah ini lebih identik dengan kepintaran dan kecerdikan sekaligus. Jadi bukan sekedar pintar tapi juga cerdik

Pintar adalah bahwa seorang trader harus bener-benar memiliki ilmu untuk mengeksplorasi market. Secara garis besar Ilmu tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
a. Fundamental analysis : Analisa fundamental memberi pengaruh kepada trend perubahan harga (arah dari harga suatu mata uang secara keseluruhan) yang lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah (otoritas moneter) ataupun data-data yang dirilis oleh berbagai sumber maupun berita-berita tertentu yang belum pasti kebenarannya (market sentiment and market rumors)
Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_fundamental

b. Technical analysis : Analisis teknikal adalah sebuah metode analisis yang menitik beratkan pada pergerakan pasar. Metode ini dijalankan dengan cara memperhatikan perubahan harga dan volume perdagangan saham dipasar. Analisis teknikal banyak digunakan oleh dealer sebagai pertimbangan dalam menentukan kapan membeli atau menjual saham (sell or buy decision).
Analisa teknikal memiliki prinsip "Hystory always repeat it self"
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_teknikal

Pintar dan menguasai teknik-teknik trading mulai dari fundamental analisis, risk management sampai teknikal analisis ternyata masih belum masuk dalam kategori Fatonah ini. Untuk bisa memenuhi kategori Fatonah ini seorang trader dituntut memiliki kecerdikan. Cerdik diidentikan dengan pengambilan peluang/keputusan yang tepat pada waktunya, serta keberanian untuk mengambil posisi di market.

Kalau kita sudah melakukan analisa market secara menyeluruh, sudah bersiap-siap dengan strategi trading yang kompleks dan teruji, tapi ketika kita tidak memiliki keberanian untuk mengambil posisi di market, maka semua yang dilakukan dan ilmu yang dimiliki menjadi sia-sia karena tidak ada action.


Selain FA dan TA , risk management dan psikologi trading juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk dimiliki.


AMANAH
"Amanah" merupakan cerminan sikap jujur dan dapat dipercaya.Jika kita kaitkan dengan kehidupan seorang trader dalam dunia trading, ada keterkaitan yang sangat erat antara seorang trader dengan sifat "amanah" ini.

Seorang trader diharapkan bisa menjalakan tugas yang telah dibebankan kepadanya, dengan penuh rasa tanggung jawab. Jadi Seandainya ia diberikan tugas untuk mengelola account seseorang, ia akan mencurahkan segala daya dan upaya sebisa mungkin untuk menjaga account tersebut dengan baik. Berusaha sebisa mungkin menjalakan Trading Rules yang sudah dia buat dan disepakati dengan client dengan disiplin dan konsisten.

Menjaga sebisa mungkin agar tidak melanggar ketentuan tentang maksimal risk dan point-point dalam trading rules.

Sikap amanah ini mutlak diperlukan, karena ini merupakan salah satu modal untuk menjaga kepercayaan client terhadap trader. Dalam pembicaraan dengan beberapa trader senior, dan beberapa client, ditemukan sebuah konklusi sederhana bahwa, ketika client menunjuk seseorang trader untuk mengelola dananya, client terlebih dahulu akan menilai tanggung jawab trader tersebut dan kejujuran dari trader tersebut.

SIkap amanah ini dapat dilihat ketika, trader tersebut mengalami loss, pada saat itu kejujuran seorang trader benar-benar diuji. Seorang trader yang baik harusnya berusaha mengambil pelajaran dari kesalahan yang dia buat, bukan mencari alasan pembenaran di muka client ketika dia mengalami loss.

Contoh:
Hari ini saya trading di HSI Futures
Pak hari ini kita loss $150 karena tiba-tiba market berbalik arah, padahal sebelumnya kita sudah profit loh pak, tapi sayang tiba-tiba ada orang melepas saham Hangseng Bank sehingga market berbalik arah dan kita loss $150.


atau contoh alasan lain:
Pak baru saja kita trading di HSI Futures dan loss trade sebesar $150
Tadi kita buy di 24140 dan ternyata market mengalami downtrend sehingga menyentuh stop loss kita di 24107 yaitu sebesar 33 pips.Saat ini kami sedang melakukan recovery kembali dengan mengambil sell position di 24107 (sesuai dengan rekomendasi dari system)running price di 23997. Berikut screenshoot dari system yang telah kita sepakati



Dari dua contoh diatas kita bisa menilai tentang mana trader yang "amanah" atau trader yang berusaha mencari pembenaran. Trader yang memegang amanah akan berusaha sejujurnya menyampaikan ke client dengan bukti-bukti dan akan disampaikan saat itu juga, bukan pada akhir hari perdagangan.


Contoh Lain dari sikap amanah adalah Jujur terhadap diri kita sendiri. Seringkali seorang trader dihadapkan pada situasi floating loss
Ilustrasinya
Seandainya saya Buy produk X di harga 145 saya pasang stop loss di harga 125 take profit di harga 185
ketika harga turun di level 130 saya sebenernya sudah sadar bahwa trend sudah berbalik arah dan akan segera menyentuh level SL di angka 125. Karena berharap harga akan kembali naik dan saya tidak ingin Cut loss maka SL saya geser ke level 115. ketika harga turun ke angka 120, timbul perasaan tidak ikhlas untuk cut loss akhirnya saya geser SL ke level 100, harga turun lagi ke leel 110, saya masih belum ikhlas lagi akhirnya saya geser lagi SL ke level 90. sampai tiba-alarm saya berbunyi dan mengatakan bahwa margin saya sudah tidak cukup untuk menahan posisi, mau tidak mau ahirnya saya cut juga posisi itu dengan kerugian yang cukup besar yaitu 145- 90 = 55 poin. Jika saya mau Amanah dan jujur seharusnya saya tidak perlu rugi sebanyak itu. tapi cukup 20 poin saja.

Ilustrasinya simpel tapi ini yang paling sering dialami dan terjadi.

SIDIQ
Abu Bakar Ash Sidiq, mungkin itu adalah hal yang telintas pertama kali ketika mendengar kata "Sidiq" ini. Abu Bakar mendapat julukan Ash Sidiq (yang berkata benar) karena beliau orang pertama yang membela dan membenarkan ucapan Rasul SAW. Tidak hanya pada peristiwa itu saja, beliau dalam kesehariannya terkenal sebagai orang yang sangat tegas dalam mengambil keputusan. Beliau selalu tegas, dalam menyampaikan hal-hal yang benar menurut norma-norma.Kalau memang itu adalah hal yang salah, beliau tidak segan-segan menegur dan mengatakan salah.

Sama dengan halnya Trading kalau ada hal-hal yang kurang benar dilakukan orang kita harus berani bicara apa adanya.

Mencoba memulai diri sendiri adalah hal yang berat, setelah menjadi seorang yang FATONAH kita dituntut untuk dapat menjadi seorang yang AMANAH dan SIDIQ. Berani menyampaikan hal-hal yang benar dan jujur apa adanya terhadap segala kondisi.

Awalnya susah sekali untuk mengatakan bahwa Metode A ini punya kelemahan di sisi xxx, yang sering kita bicarakan adalah metode A punya kelebihan di sisi yyy

TABLIGH
Tabligh akbar, hal pertama yang terlintas dalam benak saya ketika menulis kata ini.
Tabligh atau menyampaikan adalah point puncak setelah kita bisa bersikap FATONAH, AMANAH dan SIDIQ. Kita harus mau menyapaikan yang sudah kita peroleh ke pada orang banyak

Hal-hal seperti sharing, bercerita pengelaman kita dan membagi pengalaman kita adalah salah satu hal yang membuat kita mendapat hal-hal baru untuk dipelajari.


Special thanks to:
- Mr. M. Yusuf (AATI)
- Mr. Imran S. Dalimi

Curhat Dari Detik Forum

Quote:
Originally Posted by brintintan View Post
saya berpikir2 itu jurus 4p2p4s dan box-box-an tsb kalau S E M U A trader2 pakainya seragam sekaligus, apa ngga bahaya tuh dimakan oleh org yg giring2 segerombolan domba2 yg malang pakai cara ini ? ingat cerita serigala berkedok domba ngga ?

juga kenapa tidak ada yg pernah meng singgung2 kelemahan jurus ini ? apa karena malu nyangkut dan ada cuma cerita cerita2 yg baik2 aja sedangkan sisi gelapnya ngga pernah di keluarkan, di sensor terus sama moderator kah ?ayo dong, bagi2 pengalaman gagalnya, kan baik juga utuk dipelajari kalau ngga bagaimana pintar2, betul ngga ?
Quote:
Originally Posted by mata_dewa View Post
well sekedar menengahi saja pak brian,
Saya pernah diskusi hal yang sama dengan Mursyid saya, sama persi dengan pertanyaan yang anda ajukan.

Jika seandainya dimarket akan terbentuk pattern A yang menunjukkan signal untuk buy di lvel 100, tapi kemudian ada bandar yang tahu bahwa pada level 100 orang2 yang pakai pattern A akan Buy maka bandar akan buy di level 50 untuk kemudian di sell di level 100. Percaya tidak percaya ketika bandar2 sudah mulai masuk di level 50 ternyata terbentuk pattern baru yaitu pattern B. yang menunjukkan bahwa kita harus buy di level 60. Jadi ketika bandar take profit di level 100 kita bisa ikut take profit juga di level 100.

Kesimpulan dari cerita ini adalah seandainya pattern A gagal terbentuk mungkin saja akan terbentuk pattern B, C , dst yang memberikan indikasi signal berbeda.

Dan yang paling penting adalah Mass Psychology akan selalu berubah2. Psikologi masing2 orang akan terus berubah. inilah yang menciptakan interaksi buy & sell sehingga terjadi harga.

Well, saya memang masih new beginers di dunia trading.dan saya sangat percaya dengan kata Mursyid saya bahwa apapun yang kita bagi kke orang apapun bentuknya tidak akan berkurang bagi kita. Justru kita akan terus mendapat limpahan hal baru.

Kalau memang antum tahu tentang kelemahan2 dari metode trading yang dimiliki pak vier atau metode trading yang lain lebih baik di sharing khan? Jadi kita bisa diskusikan dan bangun hal baru yang lebih baik lagi.
Quote:
Originally Posted by FinInvest View Post
Benar sekali,dan saya setuju dengan Anda Pak Mata_Dewa sebaiknya dikemukakan jika mengerti kelemahannya.Dan sebenarnya jika ada kelemahan pun dari 4P dapat ditutupi dengan 2P dan 4S dan kalau menurut kita masih ada yang merasa kurang pas atau kurang tepat ataupun merasa masih lemah dapat ditambahkan dengan indikator lain yang lebih bisa pas menurut kita semua tetapi tentu saja hal ini dapat dilakukan jika kita benar2 mengerti tujuan dari yang apa yang kita tambahkan,kalau masih belum mengerti tujuan dari indikator2 yang akan ditambahkan sebaiknya jangan ditambah daripada kita menjadi bingung dan tambah kacau serta tambah fear karena baru mencoba coba.Tetapi memang perlu R&D jika memang ingin benar2 profesional dan menjadikan stock for living.Jadi jika kita mau R&D maukah kita juga mengorbankan materi kita sebagian untuk R&D tersebut ? Jawabannya tentunya ada pada masing2 diri kita.Terimakasih
Quote:
Originally Posted by FinInvest View Post
Saya rasa tidak ada sensor untuk hal yang Pak Brintintan katakan karena jika memang sudah ada yang mengemukakan kelemahan2nya tentu saja dapat dibahas bersama benarkah atau tidak,karena bisa jadi hal ini kesalahan kita sendiri memahami dan membaca 4p2p4s dan magic box tersebut dan tentu saja ada faktor2 lain yang perlu dicermati selain 4p2p4s seperti yang dikemukakan Pak Vier.Terimakasih ,semoga menjawab apa yang Anda tanyakan.

Quote:
Originally Posted by wintama View Post
Bung Adit,
saya baca di forum sebelah postingnya bung Adit/Mata Dewa.".... Kalau memang antum tahu tentang kelemahan2 dari metode trading yang dimiliki pak ..... atau metode trading yang lain lebih baik di sharing khan? Jadi kita bisa diskusikan dan bangun hal baru yang lebih baik lagi....".

Saran yg bagus, tapi rasanya ga mungkin deh sharing di forum sono karena akan di delete atau diedit oleh moderatornya (ada buktinya). Disana dan di blognya saya belum pernah baca ada yg rugi atau prediksi yg salah, sehingga selalu 100% win. Kalaupun ada yg bilang rugi, selalu disalahkan tdk mau nurut suhunya dsb. Yg ada hanya testimoni yg menang saja (mana ada testimoni kalah yg dipublikasikan...).

Bagi saya, kalau ada trading plan/sistem/cara yang berani jamin 100% menang, maka sudah jelas bagi saya kalau itu menyesatkan, terutama bagi investor/trader pemula ataupun bagi yg sedang putus asa terutama dalam situsasi market seperti sekarang. Contoh rekomendasi dari blog lain selalu dibarengi dengan posisi Stop Loss kalau ternyata berbalik arah. Dan yg seperti ini akan memberikan pembelajaran kepada pembaca bahwa TA memberikan bantuan tapi tidak bisa menjamin.

Harapan saya ya disini saja kalau mau membahas semua sistem dan sharing pengalamannya supaya kita bisa belajar terus, karena dari awal prinsip forum ini kan memang sharing pengalaman dan belajar bersama tanpa ada perbedaan suhu, guru, senior, junior dsb. jadi lebih demokratis gitu. sedangkan di sono prinsip begini hanya sebatas kata-kata saja dan nuansa nya lebih seperti pada masa orde baru. Maaf, sy memang ga mau lagi posting disana karena percuma, bakalan di delete juga (sdh pernah). Banyak juga teman2 yg memberikan dukungan baik ke private mail (karena takut diomeli suhunya) atau ada juga yg posting di forum (terus di delete oleh moderator).

Menurut saya, sistem yg secanggih atau sesederhana apapun selalu ada kekuatan dan kelemahannya. Jika pola market sedang cocok dg pola trading kita, maka akan positif hasilnya dan sebaliknya. Sehingga yg diperlukan selain TA dan FA, antisipasi kalau ternyata pola market tidak sesuai dg TA nya. Sbg contoh, mau gimanapun TA dari BUMI atau saham2 CPO, apakah memberikan signal bullish, bearish, double/triple bottom/up dsb., yg lebih menentukan ternyata saat ini harga crude oil yg mempengaruhi harga coal & cpo international. Dan ini bukan berarti seterusnya akan begitu karena pada harga oil tertentu maka tidak akan lagi mempengaruhi harga CPO lagi.

Apakah pada market yg sedang bullish maka signal dari TA lebih akurat dibanding waktu bearish? bagaimana pengalaman teman2?

Namun hanya dengan memiliki kemampuan TA maka kita bisa membangun Trading Plan secara konsisten (termasuk bagaimana kalau ternyata berbalik arah).

Semoga dg semangat dan prinsip bung Adit di forum ini maka "continuous improvement" pengetahuan TA, FA dan apapun yg berguna untuk investor/trader, terutama dari bung Adit dan teman2 yg pada sharing, dapat berkembang.
Quote:
Originally Posted by mata_dewa View Post
Terima kasih attention dan masukannya pak..Senang bisa berdiskusi dengan pak wintama nih

Kebanyakan trader memisahkan TA dan FA sebagai dua kubu bebeda. Tapi kalo kita mau membuka hati kita sedikit saja. sebenrnya TA dan FA gk beda2 jauh dan masih saudara dekat.

Beberapa teman selalu menyarankan saya untuk belajar juga FA. Tapi karena saya susah mendapatkan akses FA yang cepet jadinya FA cuman jadi bahan bacaan setelah market bergerak

Senjata utama masih based on TA. Terutama untuk pengaturan management resiko.

TA kalau berdiri sendiri tanpa pembatasan management resiko akan susah untuk diterapkan pak.

TA akan berjalan dengan baik jika diikuti pleh penerapan risk management.
Risk management diantaranya
Kapan harus entry
dimana kita akan menambah posisi baru
Kapan semua posisi akan dilikuidasi (TP)
dimana kita akan membatasi kerugian

Kebetulan saat ini yang bisa saya sharing hanya ilmu2 sederhana saja. Semoga bisa bermanfaat dan diambil intinya itu yang lebih penting
Quote:
Originally Posted by rachman8888 View Post
betul itu, suhu forum sebelah(Mr. V*******L ) sangat NAIF dan gak mau mengakui kesalahannya, ada thread yg mengkritik sedikit langsung di deletenya..

sekarang IHSG lagi sulit, suhu tersebut malahan posting pamer Trading index Hangseng yang katanya target cuan 3000 Usd/ day dengan modal 4000 Usd. artinya satu bulan target nya 60.000 USD weleh2 apa betul ya? kalau berani show me your Hang seng trading record mr. V*******L
Quote:
Originally Posted by werkz View Post
Setuju, saya numpang testimoni yang kalah pak Mata Dewa
buy BUMI di 8500, hasilnya
bullish dan bull***t beda tipis
semoga di forum ini betul betul dapat menjadi tempat belajar dan berbagi pengetahuan untuk kita semua, terutama para pemula
Quote:
Originally Posted by brintintan View Post
werkz, wadoh, jngn jngn sudah jadi basah di bumi 8500 dan juga baru habis mengikuti workshop dan beli amibroker asli semoga ngga sempat ikut tour naik kapal pesiar, atiati lho nanti habis tidak ada lagi yg bisa di jual baru deh di kumpulin semuanya untuk diajakain trading barengan lagi, peserta pesertakan semua bawa laptop yang pakai software bajakan, trus diciduk aparat deh, jadi benar benar bisa triple digit every trade tuh atau lebh, tapi yang ini trade dgn oknum aparat nakal !


Curhat dari rekan-rekan dari detik forum tersebut adalah pelajaran berharga buat saya.
Well apapun namanya yang penting semuanya tetap harus saling mengingatkan

Minggu, 17 Agustus 2008

Thanks to AMATHEVS

Beberapa hari ini ada kawan diskusi yang menyenangkan singgah di blog ini.
Hampir semua post di blog saya di replay dan diajukan pertanyaan-pertanyaan.
Saya berulang kali bersyukur (Alhamdulillah) ada orang yang masih mau mengingatkan saya untuk terus belajar.

Sisi positifnya jelas lebih banyak selain saya ada kesibukan sembari berbaring di tempat tidur selama dua hari ini, sya jadi punya banyak kesempatan untuk belajar hal-hal baru lagi. Walaupun materinya masih hal lama yang didiskusikan tapi sya banyak mendapat hal-hal baru.

Kalau mau kenalan dengan dia bisa check di blognya
http://forex21room.blogspot.com/

Banyak kumpulan artikel dan link-link untuk belajar trading.
Kelamaan bertapa di gunung jadi kurang mengikuti perkembangan dunia trading lagi.

Mencoba melongok lagi ke milis2 seperti fx trader indonesia, indotraders, berjangka derivates, ternyata sekarang mulai banyak bermunculan trader-trader baru yang justru lebih bijak dan lebih arif dibandingkan 4 tahun yang lalu.

Fakta yang sederhana adalah, karena semakin banyaknya trader dan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia trading ini, maka untuk newbie-newbie dalam dunia trading hanya butuh waktu yang singkat untuk tumbuh, belajar dan berkembang.

Tapi yang jelas dalam dunia trading tidak ada namanya senior dan junior, semuanya sama-sama butuh ilmu. Belajar bersama adalah solusi terbaik, saling sharing pengalaman adalah cara belajar tercepat.

Understanding volume & Open Interest (Hasil diskusi)

Code:
Teori di bawah akan bermanfaat kalau kita ada urusan bisnis ama Mr.
Dow.
Tapi kalau ketemu ama den BEI bisa LAIN CERITA...
Terutama den BEI nggak mengenal apa namanya open interest.

Bicara VOLUME karena seringkali cuman hasil KOCOKAN itu akan VALID
untuk menunjukkan seberapa besar kelas "Bandar" yg "menggoreng"
saham XXXX tersebut!?

Analogi sederhana;

Kalau kita distributor barang X hendak menjual misal 1.000 buah.
Logikanya kita harus mencari 1.000 pembeli yang akan membeli barang
kita masing2 1 buah.
Kalau satu hari toko kita hanya didatangi rata2 1 pembeli, kira2
memakan waktu berapa lama barang di toko?

Untuk mengatasi masalah di atas; kita perlu menciptakan pasar yg
lebih MENARIK.
Misal; Kita buat sedikit KERAMAIAN
Secara NALURIAH pembeli itu lebih suka suasana yg HOT, REBUTAN dst...
Pembeli yg datang dan PUAS, cenderung akan mengajak temen, keluarga
bahkan saudara.
Di toko kita buat VARIASI barang, sehingga orang setelah puas, akan
berusaha membeli barang LAIN yg juga ditawarkan

Dalam bursa; KERAMAIAN itu kita munculkan dengan "menciptakan"
volume.
VARIASI itu akan MERIAH kalau kita tunjukkan adanya ASENG yg
BERKELIARAN.

Kalau setiap pembeli keluar dari toko kita membawa 2 barang, akan
ketahuan berapa LAMA barang kita akan HABIS.
Kalau selama 10 hari barang kita sudah habis, artinya kita bisa
memperkirakan RATA2 pembeli kita membawa berapa banyak pulang ke
rumah.

Dalam bursa; Dari antrian BID OFFER itu bisa ketahuan kira2 yg
dimaui bandar mo trader kelas berapa LOTan???
Antrian ratusan, kagak mungkin kita NYELONONG langsung order 10rebu
LOT!
Harus "antri", dan ingat kalau ketahuan pake cuman 1 broker itu bisa
berakibat FATAL!
Kecuali sudah menjadi member, hehehe...

Penjaga toko pun pasti akan menanyai KITA, emangnya barang gua loe
BORONG mo dijual lagi atau mo dipake SENDIRI?
Malah kalau "curigation" ; emangnya loe mo buka toko juga yah?
Pengen jadi SAINGAN nih?
Dst...

Dari analogi SINGKAT di atas, kita bisa lihat dari VOLUME (keramaian)
yg di-MUNCUL-kan kita bisa memperkirakan OMZET dari sang Bandar eh
distributor.
Karena saat terjadi SPIKE katanye, bandar akan menjadi AGRESSIVE
SELLER.
Sekarang logika aja, emangnya saham2 (terutama) 2,3liners saat
melakukan BREAK akan bermunculan para "trader canggih" ANTRI JUAL
karena di situ posisi RESISTANT???
Hohoho...Please dong ah...
Yang canggih malah siap2 ACTION....TAKE IT or leave it!?

Masih banyak yg bisa dibicarakan kaitannya HARGA, VOLUME
dengan "teknik perbandaran" .

Apalagi sekarang ini TAers, cenderung bilang;
Jangan khawatir PENURUNAN HARGA tidak disertai VOLUME...
Yang bener adalah;
Karena bandarnya sudah JUALAN di ATAS, makanya kalau JATUH kagak
perlu VOLUME.
That's the TRUTH...

Oentoeng

Pendekar Tangan Kosong

Code:
Great Lecture from Prof Oen, mahasiswa pingin sedikit berargumentasi. .,

Teknik menciptakan Volume DOES HAPPEN EVERYDAY.., BD akan bolak balik
melakukan jual dan beli untuk memancing trader untuk masuk..., Seorang teman
pemilik restaurant seringkali mengundang teman-temannya untuk makan
direstaurannya dengan gratis, tujuannnya untuk memberikan kesan "ramai"
sehingga menarik pelanggan lainnya. Namum untuk menciptakan keramaian
tersebut dibutuhkan BIAYA..., sehingga tidak dapat dilakukan SERING-SERING.

So, kalau memang begitu apakah kita tetap bisa mempercayai Volume.., sure we
can. karena at the end of the day BD pasti mau biaya PROMOSINYA dengan
kocokan volume tsb harus kembali.., dan HANYA DENGAN VOLUME juga biaya tsb
bisa kembali... So, bagaimana kita tau volume tsb real atau kocokan.., ngga
usah pusing..., volume as an Indikator bisa di buat besar/kecil. ., BUT
KESEIMBANGAN Supply & Demand sebagai esensi dari Volume will tell the TRUE
STORY..

So, apa yang harus kita lakukan untuk melihat apakah volume real atau
tidak?, kita harus menganalisa voloume dalam satu periode, tidak bisa
daily..., apakah volume satu periode tidak bisa di "ciptakan" juga..., bisa
saja kalau BDnya Sinterklas yg siap bagi-bagi duit.

Salam,
JsxTrader

Code:
Great Posting from Pengamat Market As Usual.., berikut sedikit sharing dari saya..



Volume terjadi karena ada aktifitas jual dan beli.., setiap ada aksi jual pasti ada aksi beli, ada supply ada demand.., nah tugas kita untuk mengukur KESEIMBANGAN antara SUPPLY dan DEMAND tsb, Apakah supply lebih besar dari demand atau sebaliknya.. , jika demand lebih besar maka tentunya harga akan naik, dan sebaliknya…, jadi bukan hanya melhat apakah volume BESAR atau KECIL saja.



Berikut beberapa VOLUME ACTIVITY yang secara UMUM perlu untuk diketahui..



Saat harga naik (rally) disertai dengan kenaikan volume maka ini mengindikasikan bahwa DEMAND LEBIH BESAR DARI SUPPLY…, , penjual hanya mau jual diharga yg lebih mahal dan disaat yang sama pembeli bersedia untuk membayar diharga yg mahal juga..., Dalam suatu rally, akan terjadi perlambatan kenaikan harga atau sedikt tertahan dan turun.., memperhatikan volume saat hal itu terjadi sangat penting.., jika disaat set back tsb vol juga turun maka hal tsb mengindikasikan demand menurun akan tetapi tidak banyak yang mau menjual dengan harga murah (supply juga turun). Oleh karenanya kemungkinan besar rally akan berlanjut.



Volume meningkat di atas/ujung suatu rally dan harga mulai tertahan dan berat untuk naik lagi (biasanya trading range menyempit). Ini mengindikasikan DEMAND TETAP TINGGI namum penjual yang tadinya hanya mau menjual diharga mahal mulai ‘berubah pikiran’ dan melakukan ‘GREAT SALE’ dalam jumlah besar. Ini yang biasa disebut VOLUME OFF THE TOP dan merupakan indikasi a turning point.



Volume turun sementara harga terus naik. Ini mengindikasikan LACK OF DEMAND sementara SUPPLY JUGA MENURUN. Saat Penjual mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa berharap lebih banyak lagi dan mulai melakukan penjualan di harga diskon, maka biasanya hal tsb akan diikuti dengan BIG ‘down side’ volume…, Jenis volume action seperti ini sangat rawan terjadi sudden reversal, terutama jika harga sdh cukup lama rally untuk beberapa waktu.



Kondisi tsb diatas untuk kondisi bullish, untuk kondisi bearish.., tinggal dibalik saja…, melihat VOLUME ACTIVITY tidak bisa harian.., harus dilihat per periode atau dari satu titik swing ke titik swing lainnya.



Masih ada beberapa volume activity lainnya, nanti saya teruskan.... . sementara silahkan rekan-rekan menambahkan untuk memperkaya diskusi ini.



Salam,

JsxTrader
This Post originally posted at:
http://forum.detik.com/showpost.php?p=3853639&postcount=69

Understanding volume & Open Interest (Hasil diskusi)

Code:
Teori di bawah akan bermanfaat kalau kita ada urusan bisnis ama Mr.
Dow.
Tapi kalau ketemu ama den BEI bisa LAIN CERITA...
Terutama den BEI nggak mengenal apa namanya open interest.

Bicara VOLUME karena seringkali cuman hasil KOCOKAN itu akan VALID
untuk menunjukkan seberapa besar kelas "Bandar" yg "menggoreng"
saham XXXX tersebut!?

Analogi sederhana;

Kalau kita distributor barang X hendak menjual misal 1.000 buah.
Logikanya kita harus mencari 1.000 pembeli yang akan membeli barang
kita masing2 1 buah.
Kalau satu hari toko kita hanya didatangi rata2 1 pembeli, kira2
memakan waktu berapa lama barang di toko?

Untuk mengatasi masalah di atas; kita perlu menciptakan pasar yg
lebih MENARIK.
Misal; Kita buat sedikit KERAMAIAN
Secara NALURIAH pembeli itu lebih suka suasana yg HOT, REBUTAN dst...
Pembeli yg datang dan PUAS, cenderung akan mengajak temen, keluarga
bahkan saudara.
Di toko kita buat VARIASI barang, sehingga orang setelah puas, akan
berusaha membeli barang LAIN yg juga ditawarkan

Dalam bursa; KERAMAIAN itu kita munculkan dengan "menciptakan"
volume.
VARIASI itu akan MERIAH kalau kita tunjukkan adanya ASENG yg
BERKELIARAN.

Kalau setiap pembeli keluar dari toko kita membawa 2 barang, akan
ketahuan berapa LAMA barang kita akan HABIS.
Kalau selama 10 hari barang kita sudah habis, artinya kita bisa
memperkirakan RATA2 pembeli kita membawa berapa banyak pulang ke
rumah.

Dalam bursa; Dari antrian BID OFFER itu bisa ketahuan kira2 yg
dimaui bandar mo trader kelas berapa LOTan???
Antrian ratusan, kagak mungkin kita NYELONONG langsung order 10rebu
LOT!
Harus "antri", dan ingat kalau ketahuan pake cuman 1 broker itu bisa
berakibat FATAL!
Kecuali sudah menjadi member, hehehe...

Penjaga toko pun pasti akan menanyai KITA, emangnya barang gua loe
BORONG mo dijual lagi atau mo dipake SENDIRI?
Malah kalau "curigation" ; emangnya loe mo buka toko juga yah?
Pengen jadi SAINGAN nih?
Dst...

Dari analogi SINGKAT di atas, kita bisa lihat dari VOLUME (keramaian)
yg di-MUNCUL-kan kita bisa memperkirakan OMZET dari sang Bandar eh
distributor.
Karena saat terjadi SPIKE katanye, bandar akan menjadi AGRESSIVE
SELLER.
Sekarang logika aja, emangnya saham2 (terutama) 2,3liners saat
melakukan BREAK akan bermunculan para "trader canggih" ANTRI JUAL
karena di situ posisi RESISTANT???
Hohoho...Please dong ah...
Yang canggih malah siap2 ACTION....TAKE IT or leave it!?

Masih banyak yg bisa dibicarakan kaitannya HARGA, VOLUME
dengan "teknik perbandaran" .

Apalagi sekarang ini TAers, cenderung bilang;
Jangan khawatir PENURUNAN HARGA tidak disertai VOLUME...
Yang bener adalah;
Karena bandarnya sudah JUALAN di ATAS, makanya kalau JATUH kagak
perlu VOLUME.
That's the TRUTH...

Oentoeng

Pendekar Tangan Kosong
Code:
Great Lecture from Prof Oen, mahasiswa pingin sedikit berargumentasi. .,

Teknik menciptakan Volume DOES HAPPEN EVERYDAY.., BD akan bolak balik
melakukan jual dan beli untuk memancing trader untuk masuk..., Seorang teman
pemilik restaurant seringkali mengundang teman-temannya untuk makan
direstaurannya dengan gratis, tujuannnya untuk memberikan kesan "ramai"
sehingga menarik pelanggan lainnya. Namum untuk menciptakan keramaian
tersebut dibutuhkan BIAYA..., sehingga tidak dapat dilakukan SERING-SERING.

So, kalau memang begitu apakah kita tetap bisa mempercayai Volume.., sure we
can. karena at the end of the day BD pasti mau biaya PROMOSINYA dengan
kocokan volume tsb harus kembali.., dan HANYA DENGAN VOLUME juga biaya tsb
bisa kembali... So, bagaimana kita tau volume tsb real atau kocokan.., ngga
usah pusing..., volume as an Indikator bisa di buat besar/kecil. ., BUT
KESEIMBANGAN Supply & Demand sebagai esensi dari Volume will tell the TRUE
STORY..

So, apa yang harus kita lakukan untuk melihat apakah volume real atau
tidak?, kita harus menganalisa voloume dalam satu periode, tidak bisa
daily..., apakah volume satu periode tidak bisa di "ciptakan" juga..., bisa
saja kalau BDnya Sinterklas yg siap bagi-bagi duit.

Salam,
JsxTrader
Code:
Great Posting from Pengamat Market As Usual.., berikut sedikit sharing dari saya..



Volume terjadi karena ada aktifitas jual dan beli.., setiap ada aksi jual pasti ada aksi beli, ada supply ada demand.., nah tugas kita untuk mengukur KESEIMBANGAN antara SUPPLY dan DEMAND tsb, Apakah supply lebih besar dari demand atau sebaliknya.. , jika demand lebih besar maka tentunya harga akan naik, dan sebaliknya…, jadi bukan hanya melhat apakah volume BESAR atau KECIL saja.



Berikut beberapa VOLUME ACTIVITY yang secara UMUM perlu untuk diketahui..



Saat harga naik (rally) disertai dengan kenaikan volume maka ini mengindikasikan bahwa DEMAND LEBIH BESAR DARI SUPPLY…, , penjual hanya mau jual diharga yg lebih mahal dan disaat yang sama pembeli bersedia untuk membayar diharga yg mahal juga..., Dalam suatu rally, akan terjadi perlambatan kenaikan harga atau sedikt tertahan dan turun.., memperhatikan volume saat hal itu terjadi sangat penting.., jika disaat set back tsb vol juga turun maka hal tsb mengindikasikan demand menurun akan tetapi tidak banyak yang mau menjual dengan harga murah (supply juga turun). Oleh karenanya kemungkinan besar rally akan berlanjut.



Volume meningkat di atas/ujung suatu rally dan harga mulai tertahan dan berat untuk naik lagi (biasanya trading range menyempit). Ini mengindikasikan DEMAND TETAP TINGGI namum penjual yang tadinya hanya mau menjual diharga mahal mulai ‘berubah pikiran’ dan melakukan ‘GREAT SALE’ dalam jumlah besar. Ini yang biasa disebut VOLUME OFF THE TOP dan merupakan indikasi a turning point.



Volume turun sementara harga terus naik. Ini mengindikasikan LACK OF DEMAND sementara SUPPLY JUGA MENURUN. Saat Penjual mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa berharap lebih banyak lagi dan mulai melakukan penjualan di harga diskon, maka biasanya hal tsb akan diikuti dengan BIG ‘down side’ volume…, Jenis volume action seperti ini sangat rawan terjadi sudden reversal, terutama jika harga sdh cukup lama rally untuk beberapa waktu.



Kondisi tsb diatas untuk kondisi bullish, untuk kondisi bearish.., tinggal dibalik saja…, melihat VOLUME ACTIVITY tidak bisa harian.., harus dilihat per periode atau dari satu titik swing ke titik swing lainnya.



Masih ada beberapa volume activity lainnya, nanti saya teruskan.... . sementara silahkan rekan-rekan menambahkan untuk memperkaya diskusi ini.



Salam,

JsxTrader
__________________

Hedge Fund Performance

Top Performing Hedge Funds of 2007

The following is Barron's ranking of the world's best performing hedge funds:
1. Hedge Fund: Passport II Global
Company: Passport Capital
2007 Return: 219.44%

2. Hedge Fund: Dynamic Power
Company: Goodman & Company
2007 Return: 38.60%

3. Hedge Fund: Paulson Enhanced
Company: Paulson & Co.
2007 Return: 129.13%

4. Hedge Fund: Balestra Capital Partners
Company: Balestra Capital
2007 Return: 199.14%

5. Hedge Fund: Renaissance Technologies Medallion Fund
Company: Renaissance Technologies
2007 Return: 73.70%

6. Hedge Fund: Metage Special Emerging Market
Company: HIG Capital
2007 Return: 61.65%

7. Hedge Fund: Atticus European
Company: Atticus Management
2007 Return: 27.86%

8. Hedge Fund: Harbinger Capital Partners Flagship Fund
Company: Harbinger Capital Partners
2007 Return: 116.10%

9. Hedge Fund: The Children's Investment Fund
Company: The Children's Investment Fund Management
2007 Return: 37.59%

10. Hedge Fund: Aisling Analytics Pte Ltd Merchant Commodity Fund
Company: Aisling Analytics Pte
2007 Return: 36.91%

11. Hedge Fund: Blackhorse Emerging Enterprises Fund
Company: Blackhorse Asset Mangement Pte.
2007 Return: 26.16%

12. Hedge Fund: Sabre Fund
Company: Mathews Capital Partners
2007 Return: 105.16%

13. Hedge Fund: Global Emerging Markets Fund (USD)
Company: Nevsky Capital
2007 Return: 40.72%

14. Hedge Fund: Long-Term Investment Fund (SIA) (USD)
Company: Strategic Investment Advisors
2007 Return: 46.20%

15. Hedge Fund: Zweig-DiMenna International
Company: Zweig-DiMenna International Managers
2007 Return: 79.10%

16. Hedge Fund: Polar Capital Paragon Absolute Return Fund (GBP)
Company: Polar Capital Partners
2007 Return: 15.76%

17. Hedge Fund: Eastern Advisors
Company: Eastern Advisors
2007 Return: 91.60%

18. Hedge Fund: Paulson Advantage
Company: Paulson & Co.
2007 Return: 94.77%

19. Hedge Fund: Value Partners Classic Fund
Company: Value Partners
2007 Return: 41.10%

20. Hedge Fund: SR Global Fund Class C - International Portfolio
Company: Sloane Robinson
2007 Return: 40.70%

21. Hedge Fund: Libra Fund
Company: Libra Advisors
2007 Return: 40.81%

22. Hedge Fund: Horseman Global Fund - Class A (USD)
Company: Horseman Capital Management
2007 Return: 32.93%

23. Hedge Fund: Nevsky Fund Limited - Class A (USD)
Company: Nevsky Capital
2007 Return: 29.77%

24. Hedge Fund: Blenheim Fund
Company: Blenheim Capital Management
2007 Return: 16.49%

25. Hedge Fund: SR Global Fund Class G - Emerging Mkts Portfolio
Company: Sloane Robinson
2007 Return: 33.80%

Top 10 Hedge Fund Trades

The top 10 Hedge Fund Trades of 2007 as written up by Dow Jones

Hedge Fund Trade #1: Freeport McMoran Copper & Gold
Hedge Fund Manager: Atticus ManagementProfit: $800 million

The New York-based hedge fund hit the mother lode for the second year in the row, scoring paper gains of at least $800 million through its holding in the mining giant.

Hedge Fund Trade #2: MBIA Inc., Ambac Financial
Hedge Fund Manager: Pershing Square Capital ManagementProfit: $500+ million

William Ackman’s longtime gamble that bond insurance companies would run into trouble finally paid off this year as mortgage loans to high-risk borrowers started going bad and credit markets stumbled.

Hedge Fund Trade #3: Foster Wheeler
Hedge Fund Manager: Tontine PartnersProfit: $426 million

Sage investments in engineering and construction companies helped cushion the Greenwich, Conn.-based firm’s losses in finance and housing.

Hedge Fund Trade #4: Union Pacific, Other U.S. Railroads
Hedge Fund Manager: Atticus ManagementProfit: $387 million

A counterintuitive bet in a sector that typically slows down as aneconomic cycle peaks paid off handsomely for Timothy Barakett’s shop. On top of paper and actual gains, Atticus made more than $20 million in dividend earnings on its railroad holdings.

Hedge Fund Trade#5: First Solar
Hedge Fund Manager: Maverick CapitalProfit: $350+ million
After a stormy 2006, Maverick rebounded in 2007 thanks to its investments in solar and alternative energy. First Solar was one of the sector’s hottest performers.

Hedge Fund Trade #6: Crown Castle International, American Tower
Hedge Fund Manager: Glenview Capital ManagementProfit: $319 million

Larry Robbins’ New York-based hedge fund got all the right signals when it targeted the wireless towers sector. The trades crowned a successful year that saw the firm up 24%.

Hedge Fund Trade #7: CF Industries
Hedge Fund Manager: Dawson-Herman Capital ManagementProfit: $160 million

Ethanol companies suffered this year, but taking a long view of the biofuels sector helped the New York-based firm cultivate a neat return from the fertilizer company.

Hedge Fund Trade #8: Onyx Pharmaceuticals
Hedge Fund Manager: Meditor Capital ManagementProfit: $155 million

Having booked some profits in Onyx at the beginning of the year, the UK-based firm held on to the company’s shares to benefit from a further jump when its cancer drug beat analysts’ estimates.

Hedge Fund Trade #9: Chipotle Mexican Grill
Hedge Fund Manager: Tremblant Capital GroupProfit: $95 million

When other firms were asking for the check, Brett Barakett went back for seconds in this fast-food chain that promises healthy fare and delivered a healthy profit for the $4 billion-plus firm.

Hedge Fund Trade #10: United Therapeutics Corp.
Hedge Fund Manager: Shunway Capital PartnersProfit: $73 million

The New York-based firm gradually increased its stake in United Therapuetics during the year, gaining big-time on good news about the company's pulmonary hypertension drug.


Sabtu, 16 Agustus 2008

BUMI peak and trough 2

Quote:
Originally Posted by Marden View Post
mas adit, mau nanya, sorry kalo agak mendasar...

1. apa beda LT vs LP vs LL? HT vs HP vs HH?

2. apa yang mau disampaikan oleh ketiga istilah ini apabila digambarkan dichart?

3. dari postingan tgl 28 jul 08/22:16 (dithread satunya),
bumi berhasil menembus neckline dari thorough 5800 dst... ,masih pada kondisi strong bearish, level through selanjutnya di area 4900.
pertanyaan :
- bagaimana mas adit bisa menyimpulkan pada saat tembus 5800 akan terjadi strong bearish? kenapa engga dilevel2 sebelumnya? bagaimana kita tau kalo bearish sudah mulai?
- tau darimana level thorough selanjutnya di area 4900? bbrp hari yl bumi sempat di 4800 dan jadi support kuat, sekarang bumi di area 5000an, apa ini artinnya bumi mau balik bullish>? apa yang bisa kita baca dari sini?
- berdasarkan pengalaman mas adit, dengan kondisi strong bearish gini, bgm antisipasi kita baik sebagai trader ataupun investor?
- yang paling penting: dititik mana kita bisa menyimpulkan terjadi pembalikan arah. maksud saya turning pointnya? sering terjadi market sudah naik baru ada confirm bullish... sementara bandar2 besar sudah mulai buang2 barang sementara retail2 terjebak lagi diharga atas alias buy high sell low...again... !!!

4. apa yang dimaksud dgn swing trader, momentum trader, atau apa ada lagi strategi2 seorang pemain saham?

5. thank u atas jawabannya.. maaf kalo pertanyaannya kaya kuis,,,
Pertanyaannya banyak banget pak saya jawab satu persatu deh
1&2.
- LL = LT ; HL = LP (LL= Lower low, LT= Lower Trough, H= Higher Low, LP=Lower Peak) kondisi ini untuk menggambarkan/identifikasi bahwa sedang terjadi trend bearish. Yang jika diartikan secara harfiah adalah Trend Bearish terjadi ketika pembentukan lembah saat ini lebih rendah dari lembah sebelumnya dan jika terjadi koreksi (membentuk puncak) tidak bisa melewati puncak / koreksi sebelumnya.

- HH = HP ; LH= HT (HH=higher high, HP= Higher Peak, LH= Lower high, HT= higher trough) kondisi ini untuk menggambarkan/identifikasi bahwa sedang terjadi trend bullish. Hal ini terjadi jika market selalu membuat posisi high price baru (HH atau HP) dan jika terjadi koreksi tidak melebihi trough sebelumnya (LH atau HT)

3. untuk BUMI ....Penjelasannya sederhana sih pak
ini gambar sebelumnya
_
Gambar keduanya kira2 seperti ini pak



_________________


Antara area biru dan merah memiliki pola pergerakan dan level2 pembalikan arah yang hampir sama.

Start of Bearish trend sudah dimulai ketika harga tembus level 7950

dilihat dari pola pembentuka volume (divergence) maka saya berani mengambil kesimpulan jika setelah menyentuh level 5800 denga volume yang terus membengkat harga akan tetap dalam kondisi strong bearish.

harga 4900 saya ambil dari low tanggal 4 april
Terjadi False signal sekali ketika harga menembus level resistance yang saya buat di area 6500 kemudian harga lari ke level 6800.

Reversal trend kalau menggunakan teknik ini akan terkonfrmasi jika bisa tembus level 5700 tapi jika dilihat dari minor resistancenya tampaknya level 5400-5500 akan jadi titik penahan yang kuat.

Dalam kondisi bearish seperti ini kalau kita bisa short sell sih jadi nilai lebih pak..Tapi kalau tidak bisa short sell sih wait n see saja....

Kebetulan teknik peak and trough ini bekerja sangat bagus ketika market sedang trending...jadi saya tidak perlu kuatir akan buy at high dan sell at low

karena kondisi buy at high sell at low terjadi ketika market sedang sideways. kelemahan teknik ini adalah ketika market sedang sideways.. Tapi sebenarnya bisa kita pelajari pola ketika market sedang sideways sehingga kita bisa mengeliminir kekalahan ketika market sideways.

Momentum trader/swing trader berusaha memanfaatkan keadaan market yang sedang mengalami fase koreksi.

Nanti akan saya coba sharing teknik2 swing trading yang pernah saya terima dari temen-temen jadi nanti bisa kita koreksi dan kita diskusikan bersama-sama pak.

Kira2 sekian dari saya pak. Terima kasih

Kind Regards

Adit