New Website www.trend-traders.com

Website baru dengan
bisa dibuka di:
http://trend-traders.com/

The Trend Trader

The Trend Trader

Minggu, 03 Agustus 2008

The Secret to Analyzing Volume

Kata Pak Tung Desem, kalo buat judul yang agak unik biar orang penasaran "The Secret" sebenernya adalah "No Secret", sesuatu jadi "Secret" karena orang belum tahu ilmunya.

Dow Theory memandang volume sebagai salah satu hal yang penting dalam Market Analysis.
Volume dalam hal ini adalah jumlah transaksi dalam suatu periode waktu perdagangan (1 jam, 4 jam, daily, weekly,etc). Volume dapat juga menunjukkan total transaksi lot yang diperdagangkan.

Volume menggambarkan kekuatan tekanan antara supply dan demand pada waktu terjadi pergerakan harga. Pertempuran antara supply dan demand ini menunjukkan adanya kekuatan minat beli dan jual di market.

Volume tidak digunakan untuk memprediksi arah trend, tapi digunakan untuk mengkonfirmasi pergerakan harga. Dow mengatakan bahwa "Volume must confirm the trends". Selain untuk mengkonfirmasi adanya minat beli/jual yang kuat atau tidak Dow mencoba mengingatkan kepada kita bahwa tanpa didukung adanya volume yang cukup kita tidak harus mempercayai arah gerakan dari market.

Kesimpulan awalnya adalah Volume dapat digunakan untuk mengkonfirmasi arah trends atau dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa trend yang terjadi akan berlanjut (continuation) atau akan berakhir (flat,ranging,reversal).

Menurut Dow, volume mengikuti arah dari trend yang terjadi. Ketika terjadi kondisi trend bullish seharusnya diikuti oleh volume yang terus meningkat. Pada saat terjadi koreksi /reversal biasanya ditandai oleh penurunan volume.
Jika pada kondisi trend bullish yang ekstrem terjadi penurunan volume, maka secara tidak langsung mengindikasikan akan terjadi koreksi/reversal trend

Kondisi ini biasa disebut dengan convergence/divergence.
Convergence terjadi ketika pada kondisi trend bullish volume juga meningkat demikian sebaliknya
Sedang divergence terjadi jika pada kondisi trend bullish volume justru mengalami penurunan. Kondisi ini yang harus diwaspadai karena penurunan minat beli (buying pressure) dapat memicu adanya reversal trend

Pada beberapa market seperti Forex Volume analysis tidak terlalu berlaku seperti umumnya karena major trend dari Forex Market tidak selalu bullish. Pada beberapa kondisi ketika market sedang bearish justru diikuti dengan volume yang meningkat juga.


Berikut gambar grafik convergence pada ANTM
















Pola divergence pada BUMI (Bandar Play's)

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Kalau untuk Forex Market apakah Bapak ada Solusinya pengganti Volume tersebut ?

Apakah cukup dengan indikator2 yang brhubungan dengan Volatiliast saja seperti ATR(Avarage True Range)Welles Willder, dan atau Bollineger Bands + Bollinger Band Widht John Bollinger ?

Ataukah Saya bisa melihat Forex Futures punya volume & Open Intrest di CME (Chichago Merchantile Exchange) ?

Mohon bimbingannya. Terima - Kasih.

Anonim mengatakan...

Apakah ada perbedaan antara Volume & Open Intres & bagaimana cara penggunannya seperti Charts dibawah ini (Saya tidak tahu cara mempostingkan Screnenshoot-mohon bantuan dari Mods):

EURO:
http://futuresource.quote.com/charts/charts.jsp?s=QEC&o=&a=D&z=800x550&d=MEDIUM&b=CANDLE&st=VOI%281%2C1%29%3B

USD Index:
http://futuresource.quote.com/charts/charts.jsp?s=DX&o=&a=D&z=800x550&d=MEDIUM&b=CANDLE&st=VOI%281%2C1%29%3B


Mohon dengan sangat petunjuknya bagaimana caranya untuk membaca Volume & garis merah yg ada pada kolom Volume & open Intrest tersebut. Terima-Kasih

kalipatullah mengatakan...

Masalah volume di FOREX adalah pada kevalidan data yang anda pakai. Kalau ingin Dapat Real Volume dari Forex anda bisa pakai Reuters or bloomberg.

Untuk yang laiinya saya msh belm bisa memberi rekomendasi.

Volatilitas indikator digunakan untuk mengukur range pergerakan market. Bukan untuk mengukur volume.

PAda FOREX Seperti saya sudah sebutkan Bullish atau bearish trend seringkali diikuti oleh peningkatan Volume.

Pada FOREX futures di CME tentu saja terdapat volume dan open interest dari produknya. Karen transaksi berada di Bursa CME. Open interest biasa dipaka untuk produk2 derivatif. Penjelasan lebih lanjut tentang volume dan open interest akan saya buat dalam post tersendiri

AMATHEVS '21' Traders Room mengatakan...

Betul Mas Adit, ATR bukan utk Volume tetapi sehubungan dengan Forex Market yg bersifat disentralisasi dimana Volume pada Platform Metatrader.4 tidak bisa dijadikan acuan maka umumnya Forex Traders menggantikan posisi Volume dengan indikator seperti ATR, Bollinger Band Widht dsb.

Tetapi dengan ada kabar baiknya Forex Futures punya volume bisa dijadikan acuan (menurut Joe Ross) Saya rasa sudah terjawab sudah pertanyaan2 + Postingan Mas Adit yg sangat luar biaas tentang Volume & Open Intrest sudah tidak ada kebimbangan lagi, Thanks Mas Adit HAHAHA ... :)

AMATHEVS '21' Traders Room mengatakan...

Minta ijin utk Share ebook Stock Trading engan Volume Mas Adit:

THE SECRET SCIENCE OF PRICE & VOLUME By Timothy Ord

AMATHEVS '21' Traders Room mengatakan...

Sori kelupaan linknya :)


THE SECRET SCIENCE OF PRICE & VOLUME By Timothy Ord:
http://rapidshare.com/files/99190247/The_Secret_Science_of_Price_and_Volume.rar